JAMBERITA.CON - Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyerahkan dukungan teknologi dan pendampingan manajerial kepada UMK Telur Gabus ALMETTA di Kelurahan Mayang Mangurai, Kota Jambi, Rabu (22/8/2025) waktu lalu.
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Tahun Anggaran (TA) 2025, sebagai bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Dimana kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa PKM ini diketuai oleh Dosen Prodi Akuntansi Liona Efrina, S.E., M.Ak. dengan anggota tim Dosen Prodi Manajemen Evrina, S.E., M.E dan Dosen Prodi Sistem Informasi Ikke Yamalia, S.Kom., M.S.I.

"Kegiatan juga melibatkan mahasiswa lintas program studi untuk memastikan terjadinya transfer ilmu pengetahuan dari kampus ke masyarakat. Sinergi dosen dan mahasiswa diharapkan menjadi jembatan efektif dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi UMKM," kata Ketua Tim PKM UNAJA, Liona Efrina kepada jamberita.com.
Liona menjelaskan, sebagai langkah awal dalam pelaksanaan kegitan ini, tim PKM mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas UMKM Bersinar yang menaungi UMK Telur Gabus ALMETTA dengan melibatkan pemilik usaha, karyawan, dan influencer lokal.
"Diskusi ini menggali persoalan utama yang dihadapi UMKM, seperti keterbatasan kapasitas produksi, lemahnya pencatatan keuangan, inovasi kemasan yang minim, serta tantangan pemasaran digital," ungkapnya.
Liona mengatakan, hasil dari FGD digunakan untuk merumuskan strategi yang relevan sehingga program pelatihan, pendampingan, dan dukungan teknologi benar-benar sesuai kebutuhan mitra sebagaimana transformasi manajemen berbasis teknologi pada aspek manajemen.
"Tim PKM melaksanakan pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi akuntansi sederhana. UMKM diajarkan menyusun tiga laporan keuangan dasar, yaitu laporan arus kas, laporan laba rugi, dan neraca," tuturnya.
Liona menekankan, pemahaman terhadap laporan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan, memperkuat pengambilan keputusan, serta membuka akses terhadap peluang pembiayaan. "Selain itu, mitra diberikan pelatihan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Pendekatan ini diperkuat dengan keterampilan desain produk dan kemasan menggunakan aplikasi kreatif seperti Canva. Inovasi pada aspek kemasan tidak hanya meningkatkan daya tarik produk, tetapi juga menambah nilai jual agar sesuai dengan tren pasar," terangnya.
Liona mengatakan dalam inovasi dan strategi maka optimalisasi pemasaran digital juga sangat diperlukan, untuk memperluas jangkauan pasar. "Tim PKM mengembangkan sistem e-commerce berbasis web yang dilengkapi dengan katalog produk, manajemen pesanan, metode pembayaran daring, serta integrasi dengan marketplace dan media sosial. Pelatihan intensif diberikan terkait pengelolaan toko online, unggah produk, manajemen stok, hingga promosi digital," katanya.
Selain itu, mitra UMK juga didorong untuk mengoptimalkan akun Instagram bisnis melalui pembuatan konten foto video, penggunaan fitur promosi, interaksi dengan pelanggan melalui live streaming, serta kolaborasi dengan influencer. “Kami berharap dukungan ini mampu mendorong UMK Telur Gabus ALMETTA naik kelas, tidak hanya memperkuat pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional," tambah Liona Efrina.
Dosen Prodi Sistem Informasi UNAJA Ikke Yamalia juga menambahkan, bahwa website dan e-commerce menjadi etalase digital yang memperkuat brand UMKM. “Dengan sistem daring yang terintegrasi, UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan bersaing lebih kompetitif,” jelasnya.
Dalam momen tersebut, tim dosen UNAJA secara simbolis juga memberikan peralatan modern seperti planetary mixer, continuous sealer, dan electric deep fryer untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kapasitas produksi serta perlengkapan lainnya. "Dukungan teknologi ini dikombinasikan dengan inovasi kemasan, pengelolaan keuangan digital, serta strategi pemasaran berbasis e-commerce," tegasnya.
Dosen Prodi Manajemen UNAJA Evrina juga menyampaikan, bahwa pelatihan manajemen berbasis teknologi dan optimalisasi pemasaran digital merupakan fondasi penting bagi UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi di pasar modern.
"Program PKM ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong kewirausahaan, penguatan industri kreatif, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas. Sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM diyakini memberikan dampak nyata dalam memperkuat perekonomian masyarakat," terangnya.
Pemilik UMK Telur Gabus ALMETTA Dewi Safrida pun mengapresiasi program PKM Dosen UNAJA dalam mendorong para UMKM dalam memperluas pemasaran berbasis digital serta memberikan dukungan terhadap UMKM untuk melek teknologi dalam memanfaatkan berbagai platform Media Sosial (Medsos).
“Sejak dulu kami memasarkan produk secara sederhana. Kini dengan adanya peralatan modern, pelatihan, dan pendampingan digital marketing, kami semakin percaya diri untuk memperluas pasar bahkan hingga luar daerah," jelasnya.
Terselenggaranya kegiatan ini, tim PKM UNAJA mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, khususnya DPPM Ditjen Risbang Kemendiktisaintek RI, Universitas Adiwangsa Jambi, LPPM UNAJA, serta Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.(afm)
UNJA Kawal Proyek Geothermal : Jaga Keseimbangan Energi Bersih & Kelestarian Warisan Dunia TNKS
Persiapan Matang 2027 : Dispora se Provinsi Jambi Perkuat Sinergi Bibit Atlet dan Pemuda Pelopor
Kejati Jambi Geledah Sekretariat DPRD Merangin hingga Sita Sejumlah Dokumen Penting
SAH Dukung Penuh Langkah Berani Presiden Prabowo Melawan Mafia yang Sengsarakan Masyarakat
Ketua Gerindra Jambi SAH, Ingatkan Kader Jaga Sikap, Hindari Arogansi dan Gaya Hidup Berlebihan





