JAMBERITA.COM - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata (IW) akhirnya juga angkat bicara terkait dengan dugaan surat pengunduran diri palsu yang menimpah beberapa orang pejabat Pemprov Jambi.
Yang lebih menyayat hati itu adalah, kata IW, ketika ada salah satu pejabat yang dibuat surat pengunduran diri dengan alasan untuk mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sudah lama meninggal.
"Bablas, ini nggak beres, kita meyayangkan sistem kita Pemprov Jambi kalau begini," katanya kepada jamberita.com sesal politisi sekaligus juga mantan dari Biroksi tersebut, Kamis (24/7/2025).
IW menjelaskan apabila sudah berani merekayasa, apalagi bukan untuk satu dua orang pejabat, akan tetapi sampai belasan orang, tentu sangat disayangkan. "Ini mempengaruhi, indikator profesionalitas ASN Provinsi Jambi, kalau BKN pola pola yang ada di Provinsi Jambi seperti ini saya yakin indkator profesionalitas menurun," jelasnya.
IW juga menanggapi sejauh ini 8 orang dari 13 pejabat yang dinonjob sudah memberi kuasa kepada pengecara untuk mengambil langkah langkah hukum."Itu hak mereka, mereka mencari keadilan mereka merasa dibohongi, mereka dizalimi silahkan begitu, manusia ni sama, jadi kalau ada proses hukum, silahkan cari lah sampai ke akar akar nya siapa yang membuat masalah ini," tegasnya.
Andai kata persoalan ini dibalik, posisi kepala OPD misalnya disuruh mengundurkan diri, apakah dia dbisa menerima begitu saja."Kalau kita balik, misalnya Kepala BKD kita suruh mundur, kemudian tidak mau mundur, lalu dibuatkan surat pengunduran tanpa sepengetahuan dia, mau nggak dia,? Nah kita itu untuk menilai diri orang itu, coba ke diri kita dulu, jadi saya sangat menyayangkan kejadian ini," jelasnya.
IW menjelasakan semestinya dalam menuju pemerintahan yang baik dan bersih itu harus diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan punya etika. "SDM itu modal utama, kalau dalam rangka menyusun SDM memutasi rotasi dengan akal akalan harus ada surat pengunduran diri, apalagi dipalsukan, bagaimana kita meyakinkan pemerintah ini akan baik, prosesnya saja tidak benar" tegasnya.
Sekali lagi eks Kepala PUPR Provinsi Jambi tersebut sangat meyayangkan proses admintratif tersebut bisa bablas. Sementara ada Baperjakat ."Yang namanya pemerintahan yang baik dan bersih itu indikatronya seleksi SDM, proses nya itu yang kita sesalkan," tegasnya.
IW meyakini selaku legislasi pengawasan bahwa para mitra mereka di OPD Pemprov Jambi dapat bekerja dengan baik dan produktif."Bagaimana kami menilai mereka bermutu disaat proses selesksi SDM yang berbasis kinerja saja sudah salah," ujarnya.
IW memahami betul, dalam proses tersebut tentu ada catatan catatan yang menjadi bahan evaluasi bagi para pejabat dengan tidak menutup kemunginan baik dimutasi ataupun di nonjob. Karena tidak sesuai dengan tupoksi dan mempunyai kinerja yang buruk atau jarang masuk kerja.
"Tapi kalau sistem yang diikuti dengan merekayasa dan menyuruh orang mengundurkan diri, dimana etikanya.? Kan tidak mesti harus ditanya dan pakai pengunduran diri, kan tinggal pindahkan saja, ada catatan catatannya kinerjanya di BKN yang tidak diektahui oleh mereka, kalau misal dia bermasalah dan tidak bekinerja baik," pungkasnya.(afm)
Sambut Ramadhan 1447 H, Pemprov Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak untuk Kendalikan Inflasi
Kota Jambi Jadi Pilot Project Nasional Pidana Kerja Sosial, Wagub Tekankan Sinergi Lintas Sektor
Rakor Ditutup : Dispora se-Provinsi Jambi Teken Komitmen Bersama untuk Misi Besar 2027
IW Terima Aduan Warga Soal PDAM di Mendalo : Prihatin ya, 8 Hari Air Mengalir, 10 Hari Tidak Mandi
Wujudkan Aspirasi Warga, IW Pantau Empat Titik Pembangunan Jalan Lingkungan di Wilayah Mendalo




Sambut Ramadhan 1447 H, Pemprov Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak untuk Kendalikan Inflasi

