Percepat Eliminasi Malaria, Dinkes Turun ke Merangin Monitoring Pelaksanaan Mass Blood Survey



Senin, 30 Juni 2025 - 12:55:29 WIB



Kabid P2P Dinkes Provinsi Jambi Dr dr Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP,FISQua Saat MBS di Kabupaten Merangin.
Kabid P2P Dinkes Provinsi Jambi Dr dr Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP,FISQua Saat MBS di Kabupaten Merangin.

JAMBERITA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi melalui Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) turun ke Kabupaten Merangin dalam rangka melakukan monitoring Mass Blood Survey (MBS) atau pemeriksaan darah penduduk secara massal yang terpusat di dua Desa. 

MBS merupakan upaya untuk menemukan penderita malaria yang tidak menunjukkan gejala klinis, melalui pemeriksaan darah secara massal yang bertujuan untuk menemukan kasus malaria sedini mungkin, melakukan pengobatan radikal, dan memutus mata rantai penularan.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jambi Dr. dr. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua menyampaikan, sejak tanggal 23-26 Juni 2025 Dinkes Merangin dan Provinsi melalui Bidang P2P telah melakukan MBS sebanyak 800 sampel di wilayah kerja Puskesmas Pasar Masurai yang terpusat di 2 Desa, yaitu desa Rantau Jering dan Desa Sungai Tebal.

"Sampel yang sudah di baca slide sebanyak 250 slide dan belum ditemukan positif malaria. Sealnjutnya dalam satu minggu kedepan kita tunggu hasil pembacaan dari MBS" katanya, kepada awak media, Senin (30/6/2025).

Ike mengungkapkan saat ini Jambi mempunyai 3 kabupaten yang belum eiminasi malaria yaitu Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Saronagun dan Kabupaten Merangin. Sebagian besar kasus Malaria di derita oleh kelompok populasi khusus, seperti pekerja pertambangan, perkebunan dan Suku Anak Dalam (SAD) dan aparat yang bertugas ke Papua.

"Pada tahun 2024, kasus malaria terlaporkan merupakan penularan lokal/indigenous sebesar 40,82%, relaps sebesar 4.08 % dan import sebesar 55.10%. Parasit malaria yang ditemukan adalah 97,96% merupakan Plasmodium vivax dan 2,04% Plasmodium Falcifarum," ujarnya.

"Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Merangin melalui Bidang P2P untuk percepatan eliminasi malaria. Salah satu strategi percepatan eliminasi malaria adalah dengan penemuan dini, pengobatan tepat, surveilans migrasi, surveilans vektor dan penemuan kasus aktif secara survey darah massal," tegasnya.

"Untuk mencapai status eliminasi malaria diperlukan dukungan serta kerjasama berbagai pihak karena syarat untuk menerima sertifikat eliminasi malaria salah satunya adalah tidak ada kasus malaria dengan penularan setempat (indigenous) selama 3 tahun terakhir," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi