Maraknya Kasus bullying di Indonesia



Jumat, 18 November 2022 - 19:45:10 WIB



Oleh: Dina Natasya Maharani*

 

 

 

Bullying merupakan segala bentuk perbuatan baik dari perkataan maupun sikap dalam bentuk kekerasan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti seseorang dan dilakukan secara terus-menerus.

Bullying ini sering terjadi dibangku sekolah. Dulu kasus ini Sering terjadi di bangku SMA atau SMP, tapi sekarang kasus bullying ini lebih parah lagi, bisa terjadi pada anak SD. Faktor penyebab bullying ini salah satunya keluarga, kurangnya keharmonisan dikeluarga, kurangnya sosok orang tua pada si anak, lalu masalah pribadi, atau sipembuly ini pernah jadi seorang korban, dan juga tumbuhnya rasa iri hati pada si korban, yang membuat pelaku bullying ini melakukan tindakan seperti kekerasan, hinaan dan lain lainnya.

Jika bullying ini terus dilakukan akan berdampak pada kondisi fisik dan psikis korban, yang dimana membuat korban menjadi penyendiri, pendiam, kurangnya nafsu makan, takut, minder, atau bahkan timbul pikiran ingin bunuh diri dikarenakan korban merasa tidak ada tempat yang aman untuk dia berlindung dari pelaku bullying.

Kasus perundungan di Indonesia pada anak sekolah bukanlah hal yang baru. Bahkan pada tahun 2016 UNICEF merilis , menempatkan Indonesia diurutan pertama Dengan kasus bullying tertinggi. Indonesia menempati posisi pertama dengan 84%. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan Vietnam dan Nepal yang sama-sama mencarat 79%, disusul kemudian Kamboja (73%) dan Pakistan (43%).

Salah satu kasusnya terjadi pada anak SD yang dipaksa oleh temannya untuk menyetubuhi ayam yang dan berakhir meninggal karena trauma dari dampak bullying, dari trauma tersebut si korban kehilangan selera makan, jadi pendiam dan berakhir meninggal dunia dan masih banyak lagi.

Lalu, Kasus yang menimpa salah satu siswa SMP di daerah malang terbilang cukup brutal. Korban yang diketahui mengalami beberapa luka lebam di bagian tangan, kaki dan juga punggung harus mendapatkan perawatan medis akibat ulah pelaku. Pelaku sendiri mengaku melakukan perbuatan tersebut sebagai bagian dari tindakan isengnya.

Kasus bullying ini termasuk dalam pelanggaran Pancasila di sila ke-2 yang berbunyi "kemanusiaan yang adil dan beradab " yang dimana kita sebagai manusia harus dan wajib memanusiakan manusia, tetapi yang terjadi di Indonesia, bahkan yang mirisnya kasus ini terjadi di bangku sekolah.(*)

 

 

 

Penulis: Mahasiswa jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Jambi(*)



Artikel Rekomendasi