Ekperimen Tari "Naek Burung" Dalam Festival Tari Lah Puah JELIPUNG Tumbun



Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:30:30 WIB



Oleh: M. Ali Surakhman

 

 

Minggu, 24 Juli 2022, Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi di padati penonton untuk menyaksikan penutupan festival tari Lah Puar Jelipung Tumbuh yang ke sepuluh, festival tari yang berakar dari tradisi ini di selenggarakan oleh sebuah sanggar, yang bernama Sekintang Dayo, penyelenggaraan festival swadaya ini. awalnya hanya di selengarakan secara sederhana di pelataran Taman Budaya Jambi, namun saat ini pesertanya datang dari kabupaten kota se provinsi Jambi, festival ini tetap berkomitmen mengangkat karya karya yang mesti berakar dari tradisi di tengah masyarakat lokal, yang secara tak lansung memperkuat proses proses pelestarian, pewarisan dan penanaman nilai nilai tradisi pada anak anak dan generasi muda.

Eri Argawan pengagas festival Lah Puar Jelupung Tumbuh yang kalau kita artikan yaitu menggankat barang lama kembali, “mengangkat Adat Lamo Pusako Usang”, dari kecil adalah seorang penari, yang berkomitmen melestarikan akar tradisi sampai saat ini, dan terus melatih dan memberi ruang pada anak anak serta generasi muda untuk bereksperesi tanpa meninggalkan akar tradisinya. Walau ia bukan dari background pendidikan tari dan seni, namun mesti kita apresiasi kerja kerjanya untuk kebudayaan, dalam pembanggunan laju kebudayaan yang dibutuhkan adalah mereka mereka yang totalitas dan tampak hasil kerja, outputnya dalam mengerakan kebudayaan di daerah, kalua hanya sekedar konsep, wacana, tanpa eksekusi, kebudayaan hanya sebatas imaginasi saja.

Di puncak festival ini di tampilkan karya eksperimental tari Naek Bubung, karya tari yang diangkat dari ritual upacara adat masyarakat Jambi ketika membangun rumah, dan akan memasuki tahap pembangunan kerangka atap yang disebut Bubung. Ritual ini masih terus dilakukan hingga saat ini terutama di daerah pedesaan, dalam upacara adat ini, juga terdapat beberapa persyaratan dan bahan yang didalamnya juga mengandung arti filosofis luhur yang sarat dengan petuah dan tuntunan. 

Garapan ekseprimen ini adalah gambaran proses atau penyampaian pesan ritual yang digarap melalui bahasa gerak, dimana gerak yang digunakan adalah gerak tradisi yang diangkat dari tari Kain Kromong yang berasal dari Kabupaten Sarolangun 

Cerita diawali dari kesibukan para tukang yang membangun rumah hingga akan dilakukannya pemasangan kerangka atap, maka sebelumnya dilakukanlah pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT. Proses lalu berlanjut kepada memenuhi bahan persyaratan seperti : 

Tebu yang dicabut dari pangkal bermakna sebagai istiqamah dalam melakukan kebaikan layaknya pangkal tebu yang tegak menopang batang tebu 

Seikat Padi Kuning bermakna sebagai pencapaian kemakmuran yang harus diiringi dengan sikap padi yang semakin menguning dan berisi semakin menunduk dan tidak sombong 

Bendera yang bermakna sebagai semangat dan kemerdekan dalam mencapai cita cita dan keinginan hingga berada dalam kenyamanan dan ketenagan 

Kelapa yang bertunas memberikan makna pemanfaatan, agar dalam hidup kita dapat bermanfaat bagi orang banyak layaknya kelapa yang hampir seluruh bagiannya bermanfaat, mulai dari batang, buah, hingga daunya  

Bubung yang diartikan sebagai ketinggian atau diatas, untuk sampai pada puncak ketinggian disana ada perjuangan, ada kesenangan, kesombongan, mawas diri sebagai perlindungan dalam menjalani hidup dan penghidupan.

Karya tari ini melibatkan banyak stakeholder kebudayaan, sampai kepada pemain, penarinya, dari anak anak setingkat PAUD yang berumur 5 tahun, sampai para penari dan pemain yang telah menyelesaikan pasca sarjananya, dan konseptor ide materi dari para seniman dan penggiat penggiat budaya, disini proses sinergi, transfer, pewarisan itu bekerja hingga ia berwujud pada “Pewarisan”. Kerja pembanggunan kebudayaan itu adalah kerja tim, kerja dengan melibatkan semua stakeholder dalam membangun sebuah proses berkelanjutan, bukan kerja satu dua orang saja, karena kebudayaan adalah sebuah ekositem yang di dalamnya banyak ragam jenis objek yang mesti dirajut, sehingga bisa menjadi ekosistem yang kuat.



Artikel Rekomendasi