Geram, Polisi Bakar 4 Dompeng PETI di Tebo



Jumat, 13 Mei 2022 - 20:45:29 WIB



Polres Tebo Melakukan Penertiban Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanjung, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Jum'at (13/5/2022).
Polres Tebo Melakukan Penertiban Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanjung, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Jum'at (13/5/2022).

JAMBERITA.COM - Polres Tebo tertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan membakar 4 dompeng yang beroperasi di Kecamatan VII Koto, tempatnya di areal perkebunan PT Tebo Multi Agro (TMA).

Kapolres Tebo AKBP Fitia Mega mengatakan aksi penertiban PETI ini dilakukan atas dasar laporan perusahaan, yang mana lahan mereka dipakai pelaku penambang emas liar untuk beraktivitas disana.

"Dilokasi tersebut sudah sering ditindak namum belum juga menimbulkan efek jera. Sebelumnya aparat kepolisian juga telah melakukan penindakan di daerah Kecamatan Rimbo Bujang, kini aktivitas PETI yang disebut warga setempat dengan istilah dompeng kembali beraktivitas," katanya, Jum'at (13/5/2022).

Menurut Kapolres, pelaku penambangan itu beraktivitas kembali di wilayah Kecamatan VII Koto, tepatnya di area lokasi PT TMA. Menanggapi informasi tersebut, Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega langsung memerintahkan jajaran Polsek VII Koto untuk melakukan tindakan terhadap aktivitas ilegal tersebut.

"Ternyata benar ditemukan di lokasi yang dimaksud, tepatnya di Desa Tanjung Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo, sejumlah pelaku penambangan emas mengunakan rakit dompeng tengah beraktivitas, para pelaku ini langsung melarikan diri meninggalkan rakit dompeng mereka karena takut ditangkap polisi," terangnya.

AKBP Fitria Mega juga mengatakan merasa geram atas aksi PETI di kawasan hutan atau lahan perkebunan itu dan memerintahkan Polsek bersama jajaran langsung bertindak dengan embakar rakit dompeng tersebut.

"Pemusnahan rakit dompeng tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku penambangan emas ilegal, agar pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya dan polisi harap bagi masyarakat yang menemukan aktivitas dompeng untuk melaporkannya," jelasnya.(Ir/afm)





Artikel Rekomendasi