Mengentas Kemiskinan, 11.800 ASN Pemprov Jambi Wajib Zakat 2,5 Persen dari Gaji dan TPP



Rabu, 12 Januari 2022 - 22:22:36 WIB



Suasana MoU di Aula Rumdis Gubernur Jambi, Rabu (12/1/2022).
Suasana MoU di Aula Rumdis Gubernur Jambi, Rabu (12/1/2022).

JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris menyaksikan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi dengan Bank Jambi beserta Instansi Vertikal dan OPD lingkup Pemprov Jambi.

MoU antara OPD dengan Baznas dan Bank Jambi ini tentang Pengumpulan Zakat, Infaq, dan Shadaqoh para ASN di Lingkup Pemprov Jambi, berlangsung di Aula Rumdis Gubernur, Rabu (12/1/2022).

Selain MoU juga ada acara pelepasan terhadap 54 Orang Mahasiswa Asal Jambi dan 6 orang pendamping akan bersekolah di Mesir.

Untuk itu, Al Haris menginstruksikan kepada seluruh ASN Pemprov Jambi untuk menunaikan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi melalui Bank Jambi.

“Ini adalah kesepakatan untuk memberikan zakat para ASN yang akan disalurkan kembali melalui Bank Jambi karena gaji dan Tambahan Pendapatan Pegawai (TPP) semua ada di bank Jambi," paparnya.

Tujuannya adalah mengintensifkan sumbangan ataupun bantuan amil zakat dari ASN Pemprov Jambi yang jumlahnya cukup besar yaitu sekitar 11.800 orang ASN.

“Baznas Provinsi Jambi ini merupakan lembaga yang resmi dari pusat sampai daerah yang memiliki tugas dalam membantu pemerintah daerah (Pemda) mengumpulkan zakat dan penggunaanya. Dimana ada kewajiban dari ASN yaitu 2,5%," bebernya.

Selain itu kata Haris, hari ini juga dilakukan pelepasan anak Jambi yang akan berangkat study di Kairo sebanyak 54 orang mahasiswa bersama 6 orang pendampingnya dengan biaya pemberangkatan dibantu oleh Baznas sebesar Rp.414 juta.

Dari itu, Al Haris mengapresiasi dan menyambut baik (MoU) antara Baznas Provinsi Jambi dengan Pemda Provinsi Jambi, yang selanjutnya akan menjadi acuan dalam penghimpunan dan penyaluran zakat bagi para ASN lingkup Pemprov Jambi dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pemerataan pembangunan serta mengurangi ketimpangan sosial.

“Saya mengarapkan kerja sama ini akan lebih menggunggah kesadaran bersama (collective awareness) dari ASN lingkup Pemprov Jambi untuk membantu dalam upaya menanggulangi permasalahan sosial yang ada di sekitar kita guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Al Haris juga mengajak Baznas untuk bersinergi dengan Pemda dalam upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di Provinsi Jambi ini dengan memadukan dan mensinergikan program kegiatan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Menurut Al Haris, Sinergi ini sangat penting, karena pembangunan, terutama pengentasan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi tanggung jawab bersama dengan semua pemangku kepentingan.

“Semoga kerja sama ini akan berkontribusi dalam upaya menekan dan mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jambi. Selain itu, saya berharap pengelolaan dan pemanfaatan zakat dapat diwujudkan dalam bentuk zakat produktif sebagai cikal bakal pemberdayaan dan kebangkitan ekonomi umat dalam rangka mewujudkan masyarakat Jambi yang madani di bawah ridha Allah SWT,” pintanya.

Ketua Baznas Provinsi Jambi Hasan Basri mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jambi atas niat baik sekaligus sebuah gebrakan yang sangat luar biasa dalam rangka pengumpulan zakat secara utuh di bank 9 Jambi melalui penandtanganan MoU.

“Baznas Provinsi Jambi kedepan telah merencanakan Rakorda di Kabupten Merangin yang nantinya akan memberikan gelar kepada Bapak Gubernur Jambi sebagai Bapak kebangkitan Zakat Provinsi Jambi, karena berkat gebrakan gebrakan beliau mendorong kemajuan Baznas Provinsi Jambi," ujarnya.

Hasan Basri menjelaskan, Pemprov Jambi melalui ASN memiliki potensi zakat yang baik sekali, menurut data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) jumlah ASN di Provinsi Jambi ini lebih kurang 11.800 orang, jika 11 ribu orang saja yang aktif berzakat dengan potensi pendapatan setiap bulan gaji plus TPP lebih kurang Rp.6,6 juta.

Maka 1 orang ASN akan dikenakan wajib zakat 2,5% sebesar Rp.150 ribu, maka potensi zakat yang akan terkumpul dari ASN dalam 1 bulan sebanyak Rp.1,6 Miliar."Potensi zakat tersebut baru dari ASN Provinsi Jambi saja, itu belum dari lembaga vertikal, perusahaan, perorang dan lainnya, tentunya ini akan membantu dalam memanfaatkan zakat menjadi bentuk zakat produktif yang akan menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan ekonomi umat,” pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi