Sahabat Sungai Batanghari



Minggu, 28 November 2021 - 10:24:09 WIB



Oleh: Antony Z Abidin*

 

 

Dulu di Kota Jambi juga merapat kapal2 besar dg tonage hingga 3000 ton. Pelabuhannya sekarsng menjadi Mall WTC.

Pertama kali saya ke jakarta naik kapal Takari dari pelabuhan itu (1967). Bahkan ketika saya mau melanjutkan sekolah ke jambi dari Bangko, naik kapal motor. Kapal2 kecil itulah. 

Transportasi sungai sangat penting hingga awal tahun 70an, urat nadi utama ekonomi Jambi.

Ketika jalan dan jembatan mulai dibangun sejak repelita pertama, transportasi sungai mulai berkurang dan lama kelamaan hilang.

Kapal2 motor itu lenyap di abad 21. Digantikan truk2, bus, mobil2 travel, sedan, minibus dan sepeda motor.

Hanya Jambi dan Riu di pulau Sumatera yg dak punya kereta api, karena mengandalkan sungai. 

Kini fungsi ekonomi sungai di Jambi nyaris hilang, bahkan di dusun2 hampir sudah dak ada lagi perahu, digantikan sepeda motor.

Itu sangat menyedihkan, karena konsumtif, boros BBM yg utk mencukupi keborosan itu harus diimpor. Dan menimbulkan polusi udara yg berbahaya bagi kesehatan.

Sungai Batang Hari kini merana. Semakin sempit, dangkal dan dipenuhi racun merkuri. 

Ikan2 semakin sedikit. Yg sedikit itu pun sudah dirasuki merkuri yg jika dikonsumsi berdampak timbulnya berbagai macam penyakit, antara lain: kanker.

Terlebih lagi sejak 15 tahun terakhir, penambangan emas tanpa izin (PETI) semakin menggila, membuat banyak sungai2 di jambi keruh sepanjang tahun.

Sungai Masumai, tempat ssya pertama kali belajar berenang, mandi dan bermain di masa kecil, kini sudah menjadi kolam racun yg sangat kumuh. Penambangan emas liar semakin menjadi.

Ada yg bilang, PETI dgn menggunakan alat berat seperti escavator karena sumber ekonomi rakyat berkurang. Harga karet rendah. Tetapi ketika harga karet naik pun, sungai2 tsb terap butek. Sangat keruh, pekat.

Menurut Gubernur Al Haris, sedang ditunggu Peraturan Mentri, yg akan memberikan legalisasi bagi peti2 tsb. Diberikan izin terbatas dg persyaratan tidak boleh lagi ada mekanisasi dan pembuangan limbah merkuri ke sungai.

Sehingga sungai2 yg sedang sekarat itu, bisa pulih kembali. Anak2 bisa berenang kembali, airnya jernih ikannyo banyak. Layak minum.

Fungsi sosial, budaya dan ekonomi Sungai Batang Hari sudah saatnya kita kembalikan.

Kapal2 kecil dan sedang dapat berlayar kembali hingga ke hulu, seperti yg dicatat sejarah pada ekspedisi Pamalayu tahun 1275 silam. 

Funngsi2 tsb masih tetap dilestarikan pada sungai2 di Eropa hingga sekarsng. Bahkan selalu ditingkatkan. Eropa baru saja rampung membangun kanal sepanjang 107 km yg menghubungkan sungai di bagian timur ke sungai di bagian barat benua itu.

Kapal2 besar logistik dan turisme dg tonage maksimal 1300 dapat hilir mudik di sungai2 tsb. Pada hal moda transportasi udara dan darat, jalan dan rel kereta api juga semakin canggih. Sangat efisien.

Mereka tdk mengabaikan pemberian Sang Maha Pemcipta: sungai. Mereka bisa membuat sungai2 tetap jernih dan dapat dilayari sampai jauh.

Mari bergabung dgn Komunitads Sahabat Sungai Batang Hari yg dicanangkan 15 Oktober lalu di Kota Jambi. 

Sebagai bukti kita tidak mengabaikan anugerah Tuhan YME, Allah SWT. Berupa sungai Batang Hari yg lebar. 

Sungai terpanjang di Pulau Sumatera.(*)



Artikel Rekomendasi