Dongkrak Kualitas Pemilu, Pimpinan Bawaslu RI Ajak Masyarakat Terlibat Awasi Pemilu



Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:01:33 WIB



Pimpinan Bawaslu RI Ratna Dewi Peta Lolo membuka kegiatan sosialisasi
Pimpinan Bawaslu RI Ratna Dewi Peta Lolo membuka kegiatan sosialisasi

JAMBERITA.COM- Bawaslu Provinsi Jambi menggelar sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Provinsi Jambi Rabu (27/10/2021) di Hotel Wiltop Kota Jambi.

Dalam acara ini hadir langsung Pimpinan Bawaslu RI Ratna Dewi Petta Lolo yang langsung membuka acara secara resmi. Hadir pula Ketua Bawsslu Provinsi Jambi Asnawi, pimpinan Bawaslu Wein Arifin, Afrizal dan Rofiqoh Febrianti.

Dalam sambutannya, Ratna Dewi Petta Lolo mengatakan kedepan kita akan menggelar pemilu 2024 dan Pilkada serentak di tahun yang sama.

"Pemilu ini tidak boleh berkurang kualitas pemilihannya untuk menegakkan hak masyarakat, melahirkan pemimpin yang amanah yang memberikan kebahagian dan kesejahtraan masyarakat sebagaimana diamanhkan dalam pembukaan UUD1945," kata Ratna.

Dengan dua pemilu yang digelar di tahun yang sama maka tanggung jawab lebih berat karena beban kerja yang sebelumnya dipisah untuk pemilu nasional dengan kepala daerah disatukan dalam tahun yang sama.

Sehingga, lanjut Ratna, kemungkinan terjadinya kesalahan kehilfan akan ada beban kerja berat kemungkinan ada kelalaian. Maka tugas ini tidak hanya menjadi tugas Bawaslu.

"Tugas ini harus dibagi untuk mencegah tidak boleh hanya diserahkan ke bawaslu tapi masyarakat ikut serts mengawal pemilu secara sadar. Sehingga Tagline Bawaslu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu Tegakkan keadilan pemilu bisa terwujud," katanya.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi yang menyasar semua elemen masyarakat sangat penting untukk mendekatkan partisipasi masyarakat. Apalagi hari ini hadir dari berbagai elemen dari perwakilan tokoh agama, masyarakat, mahasiswa dan komponen lainnya.

Tidak hanya partisipasi soal angka saja. Tapi pemilu yang tidak ada politik uang, tidak memanfaatkan kekuasaan dalam kontestasi, tidak ada mobilisasi, tidak ada pelanggaran sehingga memenangkan pasangan untuk berebut suara rakyat dengan melanggar hukum.

"Ini yang dinamakan pemilu berkualitas," pungkasnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi