Sisi Lain Covid-19 Melanda, Modus Diterima Kerja, Bos di Jambi Sekap Bawahannya



Senin, 25 Oktober 2021 - 14:16:09 WIB



Ist
Ist

JAMBERITA.COM - Angka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual terhadap perempuan dewasa selama pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi Jambi meningkat.

"Masa pandemi KDRT meningkat dari biasanya," kata Kepala UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Provinsi Jambi Asi Noprini kepada jamberita.com, Senin (25/10/2021).

Menurut Asi, itu merupakan data dari seluruh kab/kota se Provinsi Jambi yang ditangani langsung oleh UPTD PPA. Dimana jumlah pengaduan KDRT yang diterima selama Covid-19 sebanyak 27 kasus di tahun 2020.

"KDRT 27 orang, terdiri dari kekerasan terhadap fisik 13 orang, psikis 22 orang dan penelantaran 6 orang," terangnya.

Sebelum Covid-19 melanda di Provinsi Jambi, jumlah pengaduan yang diterima hanya 16 kasus, terjadi pada pasangan isteri/suami, fisik 7 orang, psikis 13 orang dan penelantaran 6 orang.

Selain itu, tindakan pelecehan seksual di ranah publik juga dialami oleh beberapa perempuan dewasa. Itu tercatat terhadap 14 orang, terdiri dari kekerasan fisik 4 orang dilakukan tetangga, psikis 12 orang dan pelecehan seksual 5 orang, itu dilakukan oleh teman/atasan kerja.

"Sebelum Covid-19 kekerasan terhadap perempuan hanya 3 orang, psikis 3 orang dan seksual 2 orang, dengan keterangan dilakukan oleh teman/atasan kerja," jelasnya.

Mencuat nya tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh atasan kerja tersebut terjadi di saat heboh-heboh nya Pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk ke wilayah Provinsi Jambi.

"Awalnya (korban) putus kerja, lalu mau melamar kerja dan di panggil (untuk interview) dan disaat itu lah korban disekap didalam ruangan itu," tuturnya.

Atas tindakan itu, lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Jambi dan juga membuat aduan ke UPTD PPA Provinsi Jambi, maka kata Asi, kasus tersebut dilimpahkan unit PPA Kota Jambi.

"Karena mungkin terjadi pada perempuan dewasa (Penyelesaiannya-Red) di mediasi atau ada pertemuan," bebernya.(afm)





Artikel Rekomendasi