Kapolda Jambi Berangkatkan Ratusan Brimob ke Sulteng



Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:01:15 WIB



JAMBERITA.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo memimpin upacara pemberangkatan 150 personel Brimob Polda Jambi dalam rangka Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperkuat Operasi Madago Raya 2021 tahap IV.

Pelepasan itu dilakukan di Mako Brimob Polda Jambi, Kamis (14/10/2021) pagi dan dihadiri oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol Drs Yudawan R, bersama Dansat Brimobda Jambi Kombes Pol Nadi Chaidir, yang mendampingi Kapolda Jambi.

“Tugas ini merupakan tugas mulia dan menjadi kebanggaan bagi Kita semua. Terutama bagi rekan-rekan yang mendapat kesempatan untuk melaksanakan tugas di tengah ancaman yang sangat tinggi di Sulawesi Tengah, yang sudah bertahun-tahun sejak tahun 2000 masih belum terkendali penuh,” katanya.

Pasukan gabungan TNI-Polri, kata Irjen Pol Rachmad Wibowo telah bekerja keras untuk mengendalikan situasi konflik. Meski tokoh teroris telah dilumpuhkan beberapa waktu lalu, Kapolda meminta personel tetap menjaga kewaspadaan.

Kapolda minta kesiapan mental dan fisik para personel. Mengingat situasi kamtibmas di medan operasi yang kerap berubah. Dalam operasi ini, personel Brimob Jambi akan bertugas sampai bulan Desember 2021. 

“Salah seorang tokoh kelompok pengganggu keamanan di Poso berdasarkan analisis intelijen yang sangat akurat bisa dilumpuhkan, namun masih ada sisa-sisanya yang mungkin saja mereka didukung oleh simpatisan-simpatisan yang bersatu dengan masyarakat," ujarnya.

“Sehingga kita tidak dapat mengamankan mana simpatisan, kelompok pengganggu dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang sangat baik ini Saya berpesan kepada saudara-saudara semua untuk menjaga agar kewaspadaan berada di lokasi tugas,” tegasnya.

walaupun situasinya sudah mulai membaik, kewaspadaan sekali lagi diingatkan Kapolda untuk tetap ditingkatkan. Selain itu, personel harus mengikuti arahan komandannya.

“Jangan ada yang berpencar dan tetap ikuti breafing. Jangan sampai ada personel yang tidak tahu medan di Poso. Jaga kesehatan. Mereka mencari lengahnya petugas keamanan. Yang disasar mereka adalah senjata, oleh karen itu amankan betul senjata dan amunisinya. Sambil tidak hentinya selalu berdoa kepada Allah untuk dilindungi dari bahaya,” jelasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi