Perlu percepatan, SAH Ungkap Rasio Vaksinasi Penuh Indonesia Terendah Ketiga di Asia Tenggara



Rabu, 13 Oktober 2021 - 08:14:27 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra terus menyuarakan pentingnya percepatan vaksinasi tahap kedua atau vaksinasi penuh bagi masyarakat.

Berbicara di Jambi anggota Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan Rasio Vaksinasi penuh di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Karena menurut bapak beasiswa Jambi ini berdasarkan Our World In Data, baru 21% penduduk Indonesia yang telah mendapatkan dua dosis vaksin virus corona Covid-19 hingga Senin, 11 Oktober 2021.

" Jika merujuk persentase masyarakat yang sudah mendapat vaksin tahap ke ke dua, Indonesia masih tergolong rendah, angka ini merupakan yang terendah ketiga di Asia Tenggara, " ungkap SAH di Jambi Senin (12/10) kemarin.

Sebaliknya, menurut SAH Singapura menjadi negara dengan rasio vaksinasi corona secara penuh tertinggi di Asia Tenggara. Negeri Singa itu telah menyuntikkan dua dosis vaksin corona kepada 78% warganya.

Posisi kedua ditempati oleh Kamboja lantaran telah memvaksinasi penuh 69% warganya. Rasio vaksinasi penuh di Malaysia dan Brunei Darussalam masing-masing sebesar 65% dan 48%.

Kemudian, rasio vaksinasi penuh di Thailand sebesar 33%. Penduduk Laos dan Timor Leste yang telah mendapatkan dua dosis vaksin masing-masing sebanyak 28% dan 22%.

Adapun, rasio vaksinasi penuh di Vietnam dan Myanmar berada di bawah Indonesia. Tercatat, penduduk Vietnam yang telah mendapatkan dua dosis vaksin corona sebesar 16%. Sementara, rasio vaksinasi penuh di Myanmar baru mencapai 7,1%.

Tingkat vaksinasi ke dua menurut SAH menjadi sesuatu yang penting, karena Herd Immunity atau kekebalan komunal itu bisa dicapai dari persentase 75 sampai 90 persen vaksinasi tahap 2 atau vaksinasi penuh.

" Mungkin ada yang katakan, Indonesia jumlah penduduk yang di vaksin ratusan juta, jangan samakan dengan Singapura, tapi harap juga di ingat, herd immunity itu dihitung secara persentase dari tiap populasi, jadi ini tantangan yang harus kita atasi, " jelasnya.

Terakhir SAH mengatakan Vaksinasi penting untuk mengurangi risiko kesakitan dan kematian akibat corona. Atas dasar itu, masyarakat diimbau untuk mengikuti program vaksinasi yang tengah berjalan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Protokol kesehatan tersebut dapat mencegah terjadinya penularan corona.(sm)



Artikel Rekomendasi