Pemprov Dorong Pengembangan Candi Muaro Jambi, Mendikbudristek : Saya Akan Menghadap ke Presiden



Kamis, 23 September 2021 - 21:53:27 WIB



Gubernur Jambi Al Haris saat mendampingi Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Kawasan Candi Muaro Jambi
Gubernur Jambi Al Haris saat mendampingi Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Kawasan Candi Muaro Jambi

JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) berkomitmen untuk menjadikan kawasan Candi Muaro Jambi menjadi situs yang dikenal sampai ke seluruh dunia.

Pernyataan ini disampaikan Haris di hadapan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim saat berada di Candi Kedaton, kawasan candi Muaro Jambi, Rabu (22/9) kemarin.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Bupati Muaro Jambi Hj.Masnah Busro, Wakil Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, dan komunitas seniman dan budayawan. 

Dijelaskan Haris, Candi Muaro Jambi merupakan situs purbakala yang banyak mempunyai sejarah.“Atas nama Pemprov Jambi dan Pemkab Muaro Jambi merasa gembira dan bangga atas kehadiran Mas Menteri," tuturnya.

Pada tahun 2014 yang lalu Presiden ke- 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Bapak Jero Wacik datang ke Candi Muaro Jambi, sudah mulai ada pembicaraan tentang Candi Muaro Jambi di pemerintahan pusat, setelah itu redup kembali dan hilang.

Untuk itu Haris menyatakan komitmen Pemprov Jambi dalam mengembangkan kawasan candi Muaro Jambi dengan mengembangkan situs tertentu dan metode pola sejarahnya. “Karena ini ada sejarah, tentu ketika kita ingin membangun di percandian ini perlu memperhatikan nilai sejarah tersebut, jadi kita tidak boleh membangun tampa memperhatikan nilai sejarahnya, untuk itu kami juga akan menunggu Master Plan dari Kementerian," katanya.

Pemprov Jambi siap berbagi dalam bidang membangun percandian, juga Kabupaten Muaro Jambi, kata Haris mereka masih mengharapkan sebagai plot pembangunannya dari Kementrian Mendikbud Ristek, karena dalam penelitiannya kementrian lah yang lebih mengetahui nilai sejarahnya.

Menurut Haris, Candi Muaro Jambi merupakan Kawasan terbesar di Asia Tenggara dan membutuhkan dana yang besar untuk mengembangkannya."Untuk itu kami akan menyerahkan kepada Kementrian untuk dikembangkan, kami berharap candi Muaro Jambi bisa masuk proyek strategis nasional, karena percandian ini sejarah bagian dari pendidikan," ujarnya.

Haris mengatakan, hari ini dirinya melihat tidak hanya kampus- kampus yang ada hubungannya dengan agama, tetapi ke depan bisa dijadikan tempat belajar penelitian sains- sains bagi pelajar dan mahasiswa, karena candi Muaro Jambi ada sejarah yang bisa diteliti.

"Contoh penelitian batu bata nya sudah berapa tahun, atau asal usulnya dan pohon pohon yang besar ini bisa diteliti semua," jelasnya.

Sementara itu Nadiem menyampaikan, semenjak dirinya dilantik menjadi Menteri, dirinya sudah diingatkan oleh Dirjen Kebudayaan, untuk datang ke Muaro Jambi. "Alhamdulilah sekarang baru bisa hadir di Kabupaten Muaro Jambi, dikarenakan Covid-19 selama ini sangat mengganggu semua aktifitas kita," katanya.

Setelah dirinya datang ke Candi Muaro Jambi akhirnya Nadiem mengaku mengerti kenapa selama ini, Dirjen Kebudayaan terus mengajak untuk datang ke Candi Muaro Jambi. "Setelah dilihat betapa terpukau nya melihat situs yang berada di Candi Muaro Jambi, ini sangat luar biasa, juga pencerahannya juga sangat luar biasa," bebernya.

Nadiem menjelaskan ada beberapa konsep yang sangat unik di candi ini, salah satunya adalah pusat pendidikan ini adalah kampus yang berdiri sudah beberapa ratusan tahun yang lalu, yang kedua ini adalah kampus yang merdeka artinya murid murid datang dari berbagai negara seperti Cina, India untuk belajar dan menekuni ilmu yang berbagai macam lima prodia. 

“Interaksi situs-situs di Indonesia cukup kuat dan juga interaksi situs-situs diluar Indonesia seperti di India yang ternyata situsnya banyak mirip dengan situs yang ada di Muaro Jambi, luasnya juga sangat luas, dengan luasnya lokasi Candi ini tentunya kami akan memperjuangkan anggarannya di pusat, dengan situasi saat ini Covid-19 semua anggaran sudah terpusat untuk Covid,” terangnya.

Nadiem juga mengatakan bahwa dirinya akan memperjuangkan anggaran untuk Candi Muaro Jambi. “Nantinya saya akan menghadap Presiden, akan menceritakan semua apa yang saya lihat hari ini tentang situs situs di Candi Muaro Jambi, dan apa potensi yang bisa dijadikan realita di Candi ini," tambahnya.

"Harapan kita bersama candi Muaro Jambi bisa mendapatkan consensus, bahwa Muaro Jambi di jadikan salah satu area prioritas destinasi wisata, dengan tentu waktu yang begitu panjang," jelasnya.

Untuk diketahui, kunjungan Menteri pada hari kedua di Provinsi Jambi yaitu dipusatkan di candi Kedaton kawasan Candi Muaro Jambi. Pada kesempatan tersebut Gubernur bersama Menteri dan rombongan mengelilingi kawasan candi dengan mengendarai becak motor (bentor). 

Di sana mereka melihat langsung cara membersihkan Candi Muaro Jambi oleh juru Pelestarian Cagar Budaya, setelah itu Mendikbud dan Gubernur juga diajak memainkan alat musik tradisional Muaro Jambi yakni Sambawi (Bujang Gondang) oleh Maestro.

Usai tu dilanjutkan Diskusi dengan komunitas seniman dan budayawan, Gubernur Jambi juga menyaksikan MoU antara Dirjenbud dengan Bupati Muaro Jambi.(afm)





Artikel Rekomendasi