Panen Bawang Merah di Bungo Lewat Program PDRP, Petani: Hari Ini Terjawab Keraguan dan Berhasil



Rabu, 09 Juni 2021 - 19:47:08 WIB



JAMBERITA.COM-  Program Pengentasan Daerah rentan Rawan Pangan (PDRP) di Provinsi Jambi kembai terbukti dampaknya bagi petani. Ini terbukti pada Panen Bawang Merah dan Tanam Perdana Gambas, Rabu (9/6/2021)  yang dilakukan Kelompok Tani Batu Ampar Desa Bukit Telago Kecamatan Pelepat Kab. Bungo .

Penanaman komoditi bawang yang umumnya dilakukan di dataran tinggi ternyata bisa sukses dilakukan di Batu Ampar Bungo.

Ketua kelompok Tani Kelompok Batu Ampar Desa Bukit Telago Yudianto mengatakan budidaya bawang merah ini awalnya penuh tantangan. Baik dari segi teknis budidaya dan kesesuaian Agroklimat. Karena pada umumnya Bawang Merah tumbuh di daerah Dataran Tinggi. termasuk tantangan lain dari masyarakat itu sendiri.

“Seperti mempertanyakan apakah penanaman Bawang Merah nantinya akan bisa berhasil ? ternyata hari ini terjawab. bahwa tumbuhnya bagus produksinya tinggi. Artinya tidak ada kendala yang prinsip,” katanya.

Program pengembangan bawang merah ini seluas 0.5 Ha dan berkembang secara awakelola seluas 0.5 Ha. Dengan Produksi 12 Ton/Ha. “Dengan program ini para petani kami sangat terbantu terutama dari segi modal. Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Dan tebukti hasilnya luar biasa. Sedangkan Kacang Panjang bisa mencapai produksi 20 - 25Ton/Ha,” jelasnya saat panen.

Asisten Perekenomian Dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi Ir. Agus Sunaryo. M. Si mengucapkan terimakasih atas kehadiran DR. Andriko, Kapus Ketersediaan dan Kerawanan Pangan. BKP Kementan RI di Provinsi  Jambi khususnya di Kabupaten Bungo.

“Kedepan pada daerah-daerah yang rentan rawan pangan yang terdapat khususnya di Kabupaten Bungo perlu diprogramkan secara terpadu sesuai dengan kewenangan masing-masing sehingga daerah rentan rawan pangan tersebut bisa meningkat menjadi daerah Tahan Pangan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bungo Mashuri  yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Syaipul Azhar mengatakan dana dekosentrasi Dinas Ketahanan pangan provinsi Jambi di APBN untuk Kabupaten Bungo mendapatkan Rp300 juta untuk dua dua kelompok  yakni Kelompok Tani Beringin Jaya  di Dusun Lubuk Beringin Kelompok Tani Batu Ampar Di Kecamatan Pelepat.

“Tujuannya peningkatan ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan keluarga yang sesuai dengan kebuthan gizi seimbang dan peningkatan status daerah yang sudah tahan pangan pangan tidak menurn status menjadi daerah rawan pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Seperti di Lubuk Beringin, dengan tanam perdana padi sawah sebanyak 20 Ha apabila dikonversikan ke beras 87,4 ton kebutuhan ulu per tahun, sektiar 40,2 ton sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi beras di  Dusun Lubuk Beringin.

Kapus Ketersediaan dan Kerawanan Pangan (BKP) Kementan RI Dr Andriko mengatakan ketahanan pangan di Insonesia tidak boleh terganggu. Karena Sesuai amanah UU 18 Tahun 2012. Bahwa tidak boleh ada satu orang penduuduk Indonesia ini yang tidak terpenuhi pangannya. Artinya tidak boleh ada penduduk yang lapar.

Kegiatan PDRP/PK di kelompok Batu Ampar harus terus bergulir dan berkesinabungn dengan luasan dan produksi yang bertambah.

Kapus juga menyambut baik kegiatan pengembangan Bawang Merah di Desa Bukit Telago karena sesuai dengan di titik Dssa ini bisa dikembangkan Komoditi Bawang Merah. “Produksi yang diperoleh 12 Ton/Ha. Produksi ini sangat lur biasa. Karena umumnya produksi hanya 9 - 10 Ton/Ha,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas ketahanana Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi juga mengucapkan terimakasih karena Jambi menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan program ini. Semoga kedepan makin banyak program peningkatan kesejahtraan petani yang bisa digulirkan bagi Provinsi Jambi.(*/sm)











loading...