Nekat Masuk ke Wilayah Jambi, Ratusan Kendaraan Asal Sumsel Terpaksa Putar Balik



Kamis, 06 Mei 2021 - 19:22:06 WIB



JAMBERITA.COM - Sejak diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah, Pos pengamanan dan penyekatan Operasi Ketupat 2021 di wilayah perbatasan Jambi - Sumatera Selatan (Sumsel) telah memutar balikkan ratusan kendaraan pemudik.

Kendaraan yang mutar balik mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, travel hingga bus penumpang yang tidak memiliki surat resmi dan persyaratan yang telah ditentukan.

Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Heru Sutopo mengatakan bagi masyarakat yang masih saja nekat melakukan mudik tanpa dilengkapi dengan dukumen sesuai dengan surat edaran yang telah diterbitkan maka diminta untuk kembali ke lokasi asalnya.

Pos pengamanan dan penyekatan antara perbatasan Sumatera Selatan dengan Jambi di Tempino ini sangat ketat dimana polisi melibatkan 50 personel dari semua instansi terkait dan dihari pertama larangan mudik dalam Operasi Ketupat 2021, ada sebanyak 170 hingga 200 kendaraan yang diminta putar balik.

"Kurang lebih sebanyak 170 sampai 200 kendaraan yang sudah kita putar balikkan karena tidak memiliki dokumen sesuai aturan berlaku," kata Heru Sutopo tampak didampingi Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto Kamis, (6/5/2021).

Selain melakukan penyekatan kendaraan yang masih nekat melakukan mudik lebaran, petugas kesehatan di pos pengamanan dan penyekatan Operasi Ketupat 2021 di Tempino ini juga melakukan rapid test antigen, bagi mereka yang tidak dilengkapi dengan surat bebas COVID-19.

Kegiatan penyekatan dalam operasi ketupat di wilayah perbatasan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumsel akan terus berlanjut sampai dengan 17 Mei 2021 mendatang dan pelaksanaannya sesuai dengan aturan larangan mudik lebaran.

"Pengemudi dan penumpang juga tidak luput dari pemeriksaan petugas dimana mereka dicecar pertanyaan terkait tujuan masuk wilayah Jambi, serta ada tidaknya surat bebas COVID-19," terangnya. 

Dilapangan terlihat petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan BNPB melakukan penyekatan di perbatasan Jambi-Sumsel, tepatnya di Kelurahan Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi.

"Hasilnya ada sejumlah bus asal Sumatera Selatan yang dipaksa petugas putar balik. Bus tersebut tidak dapat menunjukkan surat dan dokumen perjalanan untuk dapat memasuki suatu wilayah," jelasnya.(afm)









loading...