Sebelum Adat Mamantai Kerbau, Suami di Rantau Panjang Uji Nyali: Aso Dado Balaki Tahun Ko



Rabu, 07 April 2021 - 19:37:08 WIB



JAMBERITA.COM- Ada beragam adat istiadat di Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi yang hingga kini masih digelar.

Salah satunya, Adat Mamantai Kerbau berlokasi Muho Danau Kelurahan Dusun Baru.

Kegiatan ini sangat dinanti-nanti masyarakat Rantau Panjang khususnya.

Masyarakat sendiri menyambut gembira acara sakral ini.

Untuk memeriahkan Mamantai adat itu masyarakat setempat sibuk melakukan kegiatan mulai membeli baju kuhung hingga memasak kue Mamantai.

Bantai adat ini biasanya dilakukan umat muslim rantau panjang jelang Bulan Ramadan.

Tujuannya untuk menjalin kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. 

Biasanya, tidak lupa bagi para - para suami diuji nyali untuk memperjuangkan harga diri. 

Kebiasaan ini diturunkan turun temurun dari anak cucu penduduk asli Rantau panjang, Kecamatan Tabir.

Dimana, awalnya sehari sebelum bantai kerbau dimulai, penduduk setempat menyambut Bulan suci Ramadan mulai dengan kesibukan persiapan mencari lauk atau daging kerbau minimal 1 Kg saat puncak datang.

Ini menjadi kewajiban suami. Bahkan ceritanya jika tidak mampu untuk mengikuti acara bantai adat, ada kata-kata yang sangat bisa dikata terbilang "Menyeleneh" bagi para suami.

Betapa tidak, saat mereka duduk di warung kopi di "Balai" mereka menceritakan soal adat ini.

Mereka mengatakan jika tidak mampu membeli daging "ASO DADO BALAKI TAHUN KO". Itu ucapan yang keluar dari para istri.

Jelasnya, para suami walau pun tidak mampu membeli 1 kilo, minimal setegah kilo pun tidak masalah asal ikut Mamantai kerbau.

Menyambut Bulan Ramadan ini, memantai kerbau ini digelar. Bahkan beberapa tahun sebelumnya pernah mencapai 70 ekor kerbau. 

Tapi sayang 2020 masyarakat setempat tidak bisa mengikuti tradisi adat Mamantai diakibatkan wabah penyakit covid-19 melanda negeri ini.

Tahun ini adat Mamantai Kerbau tetap dilakukan dengan cara sendiri tanpa melibatkan panitia. Ini demi menjaga tradisi leluhur nenek moyang dahulu kala.

Untuk kegiatan Mamantai itu akan digelar Sabtu 10 April subuh pukul 3.30 wib. Secara serentak menyembelih kerbau di tanah adat.

Para suami pun sibuk untuk mengambil daging yang sudah masuk buku "Terdaftar Dalam Kelompok".

Terpantau dari cerita Ahmadi, mengatakan 6 hari sebelum hari H tiba, reputasi seorang suami dipertaruhkan untuk membeli 1 kg daging kerbau.

Jika tak sesuai dengan yang diharapkan istri, maka keluar lah kata-kata yang agak nyeleneh. "Aso dado balaki taun ko", " ungkap Ahmadi.

Cerita ini terus menurun terutama di dua kelurahan penduduk Dusun Baru, Kampung Baruh. (Penulis Kholil king)









loading...