Diskepora Provinsi Jambi ke Panitia Seleksi : Laksanakan Tugas dan Tanggung Jawab



Rabu, 07 April 2021 - 14:15:10 WIB



JAMBERITA.COM - Sebanyak 22 orang siswa dan siswi dari 11 kabupaten kota se Provinsi Jambi yang terpilih secara resmi mengikuti seleksi calon Paskibraka 2021 untuk ke tingkat nasional.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadiskepora) Provinsi Jambi Ronaldi mengatakan dirinya meminta kepada panitia dan tim seleksi dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku serta dengan tanggung jawab.

"Ciptakan team work yang baik dari seluruh unsur yang terlibat, mudah-mudahan kegiatan seleksi ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang kita harapkan bersama," harapnya, usai membuka acara mewakili PJ Gubernur, di Shang Ratu, Rabu (7/4/2021).

Kemudian, Ronaldi juga menekankan, bahwa kegiatan Paskibraka yang dilaksanakan setiap tahun janganlah dijadikan sebagai kegiatan rutinitas belaka, namun harus ada upaya peningkatan kualitas secara terus-menerus, mulai dari persiapan proses seleksi pelatihan dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

"Untuk itu perlu kerja keras dan semangat kebersamaan dari seluruh pihak yang terlibat dari adik-adik calon paskibraka panitia dan pelatih untuk mencapai tujuan yang kita inginkan," harapnya.

Ronaldi juga menyakini dan percaya anak-anak calon Paskibraka yang hadir di ruangan itu merupakan siswa-siswi terbaik dari kabupaten kota se Provinsi Jambi dan telah memiliki kriteria serta memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat nasional tahun 2021.

"Kepada anak-anakku sekalian ikutlah seluruh rangkaian proses reaksi ini dengan sungguh-sungguh, tampilkan seluruh kemampuan yang terbaik yang ada pada dirimu bahwa kamu memang merupakan siswi dan siswa terbaik yang ada di provinsi Jambi," jelasnya.

Di tengah kehidupan masyarakat dewasa ini penghayatan dan penghormatan terhadap bendera merah putih semakin pudar dan menipis, hal ini dapat di lihat dari tata krama penggunaan sang merah putih yang sesuai dengan jiwa dan nilai-nilai yang terkandung pada bendera kebangsaan, sebagai lambang negara republik Indonesia, bendera kebangsaan merah putih hanya dibuat sebagai pajangan dan hiasan belaka.

"Ini disebabkan karena sebagian masyarakat kita kurang memahami arti dan makna sang merah putih sebagai bendera kebangsaan Indonesia yang di perjuangkan dengan tetesan air mata, darah dan nyawa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara republik Indonesia," katanya.

Untuk itu, Ronaldi menegaskan ini perlu dilakukan upaya pembinaan bagi seluruh lapisan masyarakat dan komponen bangsa. "Terutama untuk membangun kembali nations character building atau pembangunan karakter, berkorban berdedikasi tinggi serta memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang baik," bebernya.(*/afm)











loading...