Ilegal Driling di Jambi Karena Terlalu Rakus, Efeknya Peredaran Narkoba hingga Prostitusi



Rabu, 07 April 2021 - 11:48:18 WIB



JAMBERITA.COM - Multiplayer effect dari penambangan ilegal sumur minyak yang marak di wilayah dalam provinsi Jambi bukan hanya merusak lingkungan tetapi juga berdampak rusaknya moral akibat dari keserakahan.

Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan, persoalan ilegal driling saat ini pihaknya sedang melaksanakan operasi yang sudah dimulai (1/4) untuk mengosongkan lokasi sampai dengan (20/4/) mendatang.

"Sebagaimana kita ketahui ilegal driling di Jambi ini sudah mulai marak sekitar tahun 2016 meningkat sampai tahun 2018 sampai dengan sekarang," paparnya saat Coffe Morning bersama awak media, di Mapolda, Selasa (6/3/2021).

Akibat dari aktifitas tersebut kata Kapolda, telah terjadinya kebakaran sehingga menyebabkan dalam waktu 2 tahun ini sudah ada 1 orang meninggal dunia yakni di Daerah Bajubang Kabupaten Batanghari.

"Pencemaran lingkungan kemudian ada pendapatan negara yang hilang, di situ ada multiplayer effect yang tidak bagus dari kegiatan illegal drilling ini, dari Direktorat narkoba pernah melakukan pengungkapan dari Propam juga di situ tempat beredarnya narkotika," terangnya.

Menurut Kapolda, supir-supir truk yang mengantri untuk membawa minyak ilegal itu saat mengisi waktunya mereka mengkonsumsi sabu kemudian di situ juga ada prostitusi yang memang akan mengahasilkan uang."Yang jual narkoba dapat uang, yang jadi mucikari juga dapat, tetapi kan itu tidak halal, itu kan tidak bagus," tegasnya.

Polri sebagai pengemban fungsi pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat tentu melaksanakan tugas untuk meng-eliminir (menghapus-red) aktifitas tersebut, yang mungkin sulit untuk mencapai 100 persen di berantas.

"Hilang 100 persen ya mungkin sulit, tetapi kalau kerja sama antara polri, rekan rekan media yang terus, mengiklankan, memberitakan insyaAllah semakin banyak masyarakat yang ikut bergabung dengan kita," terangnya.

Selain Ilegal driling, masalah ilegal Maining atau Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) juga sama, berdampak pada lingkungan bahkan sudah banyak korban yang meninggal dunia, bahkan baru-baru ini sudah ada beberapa orang meninggal di dua kejadian.

"Kalau nggak salah ada 6 orang meninggal di dua kejadian, ada yang menghirup udara racun dari kayu-kayu yang membusuk di lubang jarum, kemudian ada juga yang masuk lubang jarum, tiba-tiba air pasang (lalu) terendam," ujarnya.

Kemudian konflik terkait dengan penambangan juga ada di Lubuk Bedorong Desa Panca Karya, Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun mereka konflik antar kampung."Jadi Pak Dir Intel Dirreskrimsus, Kapolres bekerja keras supaya mereka tidak jadi perang tidak terjadi konflik yang lebih besar lagi," ungkap Kapolda.

Kapolda juga menyatakan, di Kab Batanghari juga ada pembakaran Dompeng, jadi ada masyarakat yang bekerja sebagai pelaku ilegal maining, ada juga masyarakat yang tidak mau, karena itu akan merusak lingkungan.

Sejauh ini, berdasarkan hasil penanganan kasus ada 108 Perkara, dari 107 LP, ilegal driling 71 LP, ilegal maining 9 LP, illegal logging 19 LP, ilegal fishing 8 LP dengan jumlah tersangka yang sudah di tangkap ada 141 orang dengan jumlah Barang Bukti illegal drilling 249.885 liter

"Kita melayani semua masyarakat, yang ilegal-ilegal kita minta kepada pemerintah daerah untuk segera ajukan izin pertambangan rakyat dirubah rencana tata ruang, tata wilayah kemudian dikelola secara profesional sesuai dengan kebersihan keselamatan dan kesehatan lingkungan," bebernya.

Jika sudah adanya izin pertambangan rakyat, tentu tetap dieksploitasi. Tetapi, namanya pertambangan di manapun itu pasti alam akan rusak."Kita sudah melihat saudara-saudara kita di Kalimantan Selatan itu hutan nya habis kemudian tahun kemarin terkena banjir, hampir semua Kabupaten kota nya terkena banjir, tinggal satu kabupaten yang tidak," tambahnya.

Selanjutnya, baru-baru ini juga saudara saudara di NTT terkena musibah."Itu semua karena, mungkin ya. Karena kita terlalu rakus terhadap lingkungan, jadi kita manfaatkan hubungan baik kita antara polri dengan media ini untuk sama sama menjaga kamtibmas," jelasnya.(afm)











loading...