Hari Kesehatan Dunia, Pabrik dan Perusahaan di Jambi Harus Lindungi Kesehatan Buruh



Rabu, 07 April 2021 - 09:34:55 WIB



JAMBERITA.COM- Memperingati hari kesehatan interrnasional hari ini, Serikat Buruh Federasi HUKATAN KSBSI (Industri Umum Kehutanan, Perkayuan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) cabang Kota Jambi menyerukan pesan kepada Pemerintah, Perusahaan dan buruh.

Salah satunya mekibta perusahaan dan pabrik di Kota Jambi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan buruh.

Sejarah mencatatkan 7 april sebagi Hari Kesehatan Sedunia (Internasional). Di latar belakangi 7 April 1948 berdiri Badan Kesehatan Dunia atau Word Health Organizaton (WHO) sebagai salah satu badan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa). Oleh WHO Tema peringatan tahun ini “Building a Fairer, healthier world” (Membangun dunia yang lebih adil dan sehat).

Ketua DPC F HUKATAN KSBSI Kota Jambi, Gordon Tobing, mendesak agar pabrik-pabrik memperhatikan aturan-aturan yang melindungi Kesehatan dan Keselamatan Kerja para buruh di tempat kerja dan masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan.

Pemerintah pun harus konsisten menegakkan hukum baik lewat sosialisasi, pengawasan maupun penindakan bagi perusahaan yang tidak taat aturan perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Para buruh pun harus sadar kepedulian kesehatan dan keselamatan kerja baik beranggkat kerja, di tempat kerja maupun sesudah pulang kerja, karena hal ini sangat mempengaruhi produktivitas kerja.

Hingga saat ini Perlakuan tidak adil bagi kesehatan masih dialami para buruh di beberapa pabrik di Kota Jambi, seperti di beberapa pabrik air minum kemasan buruh perempuan yang punya anak balita masih disuruh kerja malam.

Begitu pun Alat Perlindungan Diri (APD) di pabrik-pabrik masih banyak belum disediakan oleh perusahaan seperti Masker, sepatu pengaman, seragam kerja, dan pemenuhan gizi makanan dan minuman bagi buruh kerja malam.

Padahal pabrik-pabrik di Kota Jambi sudah puluhan tahun beroperasi dan produknya bererdar luas bahkan diekspor ke manca negara.

Harusnya hal-hal mendasar untuk kesehatan dan keselamatan kerja harus dilaksanakan agar para buruh hidupnya sehat dan kuat untuk bekerja meningkatkan produktivitas kerja.

Pada kesempatan ini, Gordon meminta instansi Pengawas Ketenaga kerjaan di kota dan Provinsi Jambi bertindak tegas kepada Perusahaan-perusahaan yang tidak taat aturan melindungi kesehatan para buruh.

"Ironis memang seperti beberapa Pabrik Crumb Rubber olahan karet di Kota Jambi, puluhan tahun berdiri, buruhnya berangkat dan pulang dengan pakaian dekil dan jorok," katanya.

Hal ini terjadi karena perusahaan tidak memberikan seragam kerja kepada buruh. Hendaknya topik “membangun dunia yang lebih sehat dan adil” bukan hanya slogan semata, tetapi harus nyata diimplementasikan.
Manajemen bermutu tentu tak bisa lepas dari Kualitas buruh yang terlibat dalam proses produknya.

Pabrik-pabrik perusahaan di Jambi jika ingin prodiuknya dihargai oleh konsumen dan pelanggan harus memenuhi beberapa standar.

Di antaranya Standar Sistem Manajemen Mutu 9001 tahun 2015, Ada lagi Standar Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang diadopsi dari OHAS 18001. Produk-produk yang harus melalui pengujian laboratorium pun harus memnehi standar Sistem Manajemen Laboratorium pengujian dan kalibrasi yang disyartakan ISO/IEC 17025. Khusus produk olahan makanan dan minuman ada Sistem Majemen Keamaan Pangan ISO 22000.

Dampak Lingkungan tempat perusahaan beroperasi pun harus memenuhi prinsip Standar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001. Dalam pemasaran produk syarat ISO ini akan meyakinkan konsumen tentang produk yang dipakinya sehingga imbal baliknya menghasilkan benefit bagi perusahaan. Dalam Situasi Pandemi Covid 19 ini berbagai standar Sistem Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja justru harus jadi prioritas dillaksanakan.

Ini menepis kekhawatiran konsumen terhadap produk sehingga produk pun tetap laku.(*/sm)











loading...