OPINI: Komunikasi Empati Dalam Perjuangan HMI



Selasa, 23 Februari 2021 - 06:42:13 WIB



Oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE. MM 

Permintaan untuk menjadi pemateri itu begitu mendadak, karena " pesohor " yang semula direncanakan mengisi materi Senior Course (SC) tingkat nasional HMI Cabang Jambi tiba - tiba berhalangan. Sehingga sebagai gantinya saya diminta untuk menggantikan yang bersangkutan.

Sebenarnya selaku alumni sangat jarang saya diminta untuk tampil di acara pengkaderan HMI, interaksi selama ini sebatas cerita kangen serta donasi kecil semampunya untuk mereka yang kebetulan mampir di kantor tempat saya menghabiskan waktu sehari - hari, itupun sebatas kegiatan Basic Training (LK) 1 di komisariat.

Meski ditengah pekerjaan mempersiapkan kunjungan reses delapan hari DPR " bos ", cukup menyita waktu. Namun permintaan ini tetap di iyakan dengan senang hati. Meski harus berangkat ke Pondok Meja seorang diri.

Sampai di lokasi training pada Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) saya langsung disambut panitia yang dengan takzim mengantarkan ke kelas SC berlangsung. Ketika waktu tiba, sang Master Of Training (MOT) dengan atribut khas HMI pun memperkenalkan saya sekaligus mempersilahkan untuk memulai materi.

Materi yang diminta panitia hari ini tentang pengantar komunikasi, mata kuliah yang sempat beberapa kali saya " ampu " di berbagai kampus. Tentu saja di awal saya sadar tak ingin ini menjadi ajang perkuliahan bab komunikasi dalam Ilmu perilaku seperti di bangku kuliah.

Karena selain ini bukan kuliah, peserta latihan rata - rata aktivis senior jika dilihat dari semester perkuliahan, ditambah peserta Senior Course (SC) ini mereka yang telah mengikuti Intermediate Training (LK) 2 HMI. Artinya mereka tahu dan mereka paham sedikit banyak teori komunikasi.

Sehingga saya putuskan lebih banyak menyampaikan analisis dan kiat - kiat komunikasi interpersonal bagi mereka yang akan mengelola latihan kader di cabangnya masing-masing.

Diskusi saya awali dengan menceritakan perbedaan aliran pemikiran dalam dinamika pergerakan aktivitas HMI, dimana ada anggotanya yang punya background lingkungan pesantren dan ada juga yang cenderung abangan.

Sempat saya singgung perbedaan para anggotanya dilihat dari sisi lingkungan ormas yang membesarkannya semisal dari kalangan NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya. 

Nah disinilah sebenarnya kekuatan HMI itu untuk bisa mengambil persamaan serta mengembangkannya dari para anggota agar mampu menciptakan suatu sinergitas pemikiran dan gerakan hingga menjadi satu kesatuan dalam tubuh HMI yang menjadi ciri khas dan karakteristik para kadernya.

Untuk mensinergikan itu, HMI telah memiliki berbagai forum pendidikan dan pelatihan untuk para kader HMI agar bisa mempersatukan visi dan mensinergikan pemikiran kader HMI. Selain itu, diharapkan tercipta komunikasi antar kader yang berujung pada terwujudnya Ukhuwah Islamiyah tidak hanya sesama kader HMI tapi lebih pada umat dan bangsa.

Komunikasi Empati

Sampai pada tanggung jawab HMI pada umat dan bangsa ini, menarik kiranya membahas sisi pesan komunikasi sebagai suatu stratak kader ber infiltrasi di kesehariannya.

Pesan komunikasi itu terkait dengan empati, sebut saja empati komunikasi. Sudahkah alumni dan anggota HMI melaksanakan komunikasi empati ?

Biar tidak mengalami bias makna, maka memahami apa itu empati menjadi hal yang sangat penting dilakukan.

Ada banyak definisi empati. Namun secara sederhana bisa dikatakan empati itu proses dimana seorang punya kemampuan untuk mengidentifikasi atau memahami dengan cara seolah mengalami sendiri perasaan, pikiran atau sikap orang.

Dengan kata lain, kemampuan seseorang untuk merasakan sesuatu yang dirasakan orang lain. Dengan demikian, jika ia empati itu dilekatkan pada komunikasi maka bisa dikatakan kemampuan seorang komunikator untuk “menjadi” orang lain. 

Seorang Kader HMI apalagi calon pengelola latihan harus mampu menjadi komunikator, berusaha melibatkan dirinya pada apa yang terjadi pada orang lain. Ia berusaha menyelami perasaan, pikiran, dan perilaku yang dialami orang lain tersebut. Tidak menjadi menara gading dan asing di lingkungannya.

Dalam pemahaman proses pesan komunikasi yang tepat disampaikan menjadi penentu sebuah masalah cepat selesai. Bahkan bisa dikatakan, tepatnya cara penyampaian pesan menjadi indikator bahwa setengah persoalan sudah selesai.

Tentu saja komunikasi empati ini tak mudah dilakukan karena menyangkut orang lain (the others). Mengapa begitu? Ada beberapa permasalahan dasar kenapa komunikasi empati tak mudah dilaksanakan. 

Pertama, seseorang mempunyai kecenderungan alamiah untuk mudah menghakimi, menilai, menyetujui atau membantah pernyataan orang lain yang berbeda dengan dirinya. 

Kedua, seseorang lebih mudah berempati terhadap orang yang ide-idenya cocok dengannya. 

Ketiga, setiap penyataan dan perilaku yang dilakukan selalu berlandaskan motif atau kepentingan pribadi dan kelompok.

Dengan kata lain komunikasi Empati yang harus dimiliki kader HMI adalah keberpihakan pada lingkungan, komunitas sosial, kepedulian pada sesama, pada kemanusiaan atau lebih luas lagi pada bangsa dan negara. Ia memahami dan menjadi bagian dari itu semua, bukan justru mengisolasi diri bagian dari satu himpunan mahasiswa yang bernama HMI. Wallahu alam bishawab. !

Komunikasi Empati perjuangan HMI 

HMI berjuang dengan akal budi yang sehat dengan spirit ke-Islam-an (tauhid, syariah, muamalah dan akhlaq) dan integritas diri mempertahankan independensi.

Komunikasi alumni dengan HMI terpelihara hanya untuk memelihara, menghidupkan, dan mempertahankan keberadaan HMI sebagai organisasi kader.

Setiap kader dan alumni HMI secara personal, bebas memilih jalan profesinya masing-masing, terjamin kebebasannya memilih orientasi politik dan bahkan, mazhab peribadatan keagamaannya. Di lingkungan kader dan alumni HMI-lah, hakekat ‘bhinneka tunggal ika’ itu mewujud nyata. Beragam latar etnis dan kampus, serta mazhab peribadatan itulah yang mencerminkan multikulturalisme HMI. Inilah bentuk komunikasi HMI sebenarnya. Berempati pada lingkungannya. !

 











loading...




 


Satgas TMMD Bantu Warga Bangun Rumah

Satgas TMMD Bantu Warga Bangun Rumah

Sabtu, 06/03/2021 17:02:35