Pasca Didatangi Kapolda, Belasan Alat Berat di Aliran Sungai Batang Limun Keluar dari Lokasi



Senin, 25 Januari 2021 - 18:54:07 WIB



Beberapa alat berat yang keluar dari lokasi PETI
Beberapa alat berat yang keluar dari lokasi PETI

JAMBERITA.COM - Pasca diskusi Kapolda Jambi Irjen Pol Rachmad Wibowo bersama Bupati Sarolangun sampai dengan ke Tokoh Masyarakat Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun Sabtu (9/1/2021) waktu lalu akhirnya menuai hasil.

Dimana pertemuan tersebut merupakan upaya persuasif yang dilakukan pihak Kepolisian, khususnya di wilayah Jambi Barat termasuk di Kabupaten Sarolangun sehingga menghasilkan kesepakatan dengan para Pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Pasalnya, hari ini, Senin (25/1/2021), belasan unit alat berat jenis excavator berhasil di keluarkan dari lokasi PETI yang berada di sepanjang aliran Sungai Batang Limun dan kawasan hutan lindung Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, kegiatan dilaksanakan oleh tim gabungan mulai dari Polres Sarolangun, Subdit Ekonomi Direktorat Intelkam Polda Jambi, Kodim 0420/Sarko, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, dan tokoh masyarakat setempat.

“Ada 13 unit alat berat yang sudah dikeluarkan. Satu lagi masih di dalam (kawasan PETI, red) karena dalam keadaan rusak. Namun sudah mau dikeluarkan juga,” katanya.

Mulia menyebutkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dari pertemuan yang sebelumnya telah digelar antara Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Jambi, Satintelkam Polres Sarolangun, para pemilik alat berat, serta tokoh masyarakat Limun.

Dikatakannya lagi, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sarolangun, AKBP Sugeng Wayuhdiono bersama Kasubdit Ekonomi Ditintelkam Polda Jambi, AKBP Andi Ichsan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pemilik alat berat yang telah bersedia mengeluarkan alatnya dari lokasi PETI di Sungai Batang Limun dan Desa Lubuk Bedorong dengan aman dan kondusif,” terangnya.

Lebih lanjut Mulia mengatakan, terkait masih maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Provinsi Jambi, pemerintah daerah bersama kepolisian dan TNI akan melakukan langkah-langkah upaya sebagai pekerjaan alternatif.

“Kami dari kepolisian datang ke desa-desa melakukan Pembinaan dan Penyuluhan hukum guna menjaga situasi Kantibmas di daerah,” tegasnya.

Dikatakannya, penanganan terhadap aktivitas penambangan emas ilegal tidak hanya soal penegakan hukum, melainkan ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan. Salah satunya ada puluhan hingga ratusan orang yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan tersebut.

Untuk itu Mulia juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, dengan tidak lagi melakukan aktivitas penambangan emas secara ilegal.(*/afm)

 










loading...