Ratusan Nelayan Gantung Jaring Terdampak La Nina, Netti: Padahal Harga Udang Ketak Lagi Bagus



Kamis, 14 Januari 2021 - 17:35:43 WIB



JAMBERITA.COM- Belum lagi dampak pandemi COVID-19 berlalu, kini ratusan nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi harus diuji dengan ancaman Badai La Nina.

Dampak Lalina, jadi pukulan cukup keras bagi para nelayan, khususnya nelayan udang ketak. Pasalnya, disaat harga udang mengalami kenaikkan hingga mencapi Rp 90 ribu perekor, nelayan justru tidak bisa menikmati moment tersebut. Mereka tidak berani melaut untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanjung Jabung Barat, Netti Martini memastikan jika ratusan nelayan khususnya udang ketak tidak akan bisa bergerak leluasa mengais rezeki menebar jaring di laut. Ratusan nelayan tersebut terpaksa harus memilih gantung jaring.

Ini dampak dari terjangan badai La Nina yang terjadi Sejak Desember hingga saat ini. Badai lalina ini menyebapkan tingginya gelombang laut dan menjadi ancaman keselamatan bagi nelayan.

"Dampaknya nelayan kita tidak akan bisa mendapatkan hasil tangkapan maksimal. Fenomena ini tidak hanya kita di Batam banyak tempat pendaratan yang dihajar ombak," terang Kepala Dinas  DKP Tanjab Barat, Netti Martini, Kamis (14/1/21)

"Mereka mengatakan lebih baik tidak melaut dari pada mempertaruhkan nyawa dan lebih memilih untuk sementara cari penghasilan lain," urai Netti.

Sementara dari pihak DKP sendiri belum bisa berbuat banyak menolong ribuan nelayan di Tanjabbar. Ini karena keterbatasan anggaran.

"Kita berharap kedepan akan ada penambahan anggaran supaya kita bisa berbuat lebih banyak dengan banyaknya nelayan kita yang menggantungkan rezekinya dari melaut," pungkasnya. (Henky)









loading...