Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur Diamankan Polres Merangin



Senin, 30 November 2020 - 19:42:45 WIB



JAMBERITA.COM, MERANGIN - Satuan Reskrim Polres Merangin amankan AS (36) Warga Batang Merangin Kabupaten Merangin, tega melakukan pencabulan anak dibawah umur, sebut Bunga (15) Warga Kecamatan Siau Merangin.

Pelaku pencabulan berhasil dilumpuhkan saat berada di pasar Bawah Bangko, setelah polisi terima pengaduan orang tua Bunga. Bunga yang berstatus pelajar ini, dicabuli dan dilarikan oleh Pelaku AS sejak agustus hingga november 2020.

Awalnya MT mendapat kabar bawah anaknya Bunga telah dilarikan pelaku ke Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan, hingga pelaku menikahi korban secara siri tanpa sepengatahuan orang tua korban.

Mendapat informasi anaknya sudah dinikahi, ayah korban pun meminta anaknya pulang ke rumahnya yang berada di Desa Air Lago bersama dengan pelaku

Mengetahui korban dan pelaku akan pulang Ayah korban melaporkan ke Polres Merangin. Setelah mendapatkan laporan dengan no LP/ B-215 /XI / 2020 / Res merangin/Spkt, tanggal 27 November 2020 langsung menangkap pelaku yang sedang berada di pasar bawah.

Hal itu dibenarkan Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan melalui Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Firdon Marpaung.

"Benar kita telah mengamankan pelaku pencabulan AS, berdasarkan keterangan pelaku kepada petugas, mengakui telah mencabuli korban yang masih dibawah umur, selain itu pelaku juga mengakui telah menikahi korban secara siri yang masih berstatus pelajar tersebut di tempat keluarganya di provinsi Sumatera Selatan, "ungkap Kasat Reskrim Senen (30/11).

Sebelumnya, sekitar bulan Agutus tahun 2020 ketika liburan Hari Raya Idul Adha pelaku mengajak korban untuk pergi mandi ke Waterboom FA.

Disitulah pelaku mengajak korban ke Hotel di Pamenng dengan beralasan untuk beristirahat. Setelah berapa kemudian ketika berada di kamar hotel tersebut pelaku lalu merayu korban melakukan hubungan badan.

Awalnya korban menolak, namun rayuan gombal pelaku akan berjanji menikahi korban jika nantinya hamil bertangung jawab.

Keduanya melakukan layaknya suami istri, setelah itu pada tanggal 27 Oktober pelaku mengajak korban untuk kabur dari tempat sekolah tanpa seizin dari orang tua korban.

Karena pelaku berjanji menikahi korban, dan langsung pelaku megajak korban menyewa kos di Pasar Pamenang selama kurang lebih 2 minggu.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 81 subsider pasal 82 UU No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014, tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 dan Pasal 332 ayat (1) KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara. (oli)











loading...