Survei Putin Sebut Elektabilitas Paslon Pilbub Batanghari, Fadhil-Bakhtiar Tertinggi



Minggu, 27 September 2020 - 13:27:13 WIB



JAMBERITA.COM - Lembaga Survei Public Trust Institute (Putin) Provinsi Jambi menyampaikan hasil rilis perilaku memilih dalam menghadapi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Batanghari, Minggu (27/9/2020).

Pemaparan hasil survey tersebut berlangsung di lantai dasar Shang Ratu Kota Jambi.Sekjen Putin Burlian Senjaya sebagai moderator dengan mendatangkan beberapa narasumber termasuk beberapa Parpol pengusung turut dihadirkan.

Mulai dari Pengamat Politik UNJA Sutri Destemi Elsi, S.IP.,M.IP, Saski Irawan dari Partai Pengusung Kandidat DPD Partai PAN Batanghari, Ilhamudin, S.Pd.I , Direktur Eksekutif Dr Pahrudin HM, MA dan Direktur Riset Hatta Abdi Muhammad,S.IP., M.IP.

Menurut lembaga survei ini, rata-rata usia pemilih di wilayah kab Batanghari yaitu masyarakat yang berumur 25-38 tahun dengan persentase 28, 7 persen dengan tingkat pendidikan setingkat SLTA 3 7,3 persen rata-rata pekerjaan petani atau peternak.

"Tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Bupati, hanya 53,3 persen tidak puas dengan kepemimpinan Syahirsah itu berdasarkan data survei 13_19 September 2020," ujarnya.

Untuk mayoritas masyarakat tidak setuju dengan adanya politik dinasti itu di angka 50,7 persen, sedangkan mayoritas masyarakat menginginkan adanya tokoh perempuan yang maju sebagai kepala daerah itu 6,64, 9 persen.

Kemudian faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk memilih calon kepala daerah di wilayah Batanghari itu terkait dengan program kerja yang disampaikannya dengan angka 66,2 persen.

"Mayoritas masyarakat memilih karena faktor figur cabup dan cawabup 71,3 persen," terangnya.

Menurut survei ini, figure calon Bupati menjadi faktor utama seseorang menentukan pilihannyanya itu sebanyak 72,7 persen, alasan dalam memilih calon Bupati karena program yang ditawarkan menjadi alasan utama seseorang memilih paslon bupati dan wakil bupati itu 61,5 persen.

"Kriteria kandidat yang diinginkan oleh masyarakat pada pemilihan cabup dan cawabup mendatang adalah calon yang peduli dan merakyat dengan angka 70,2 persen, berani dan tegas 7, 2 persen, ramah dan santun 4,8 persen," sebutnya.

Selanjutnya Putin membeberkan, permasalahan utama yang perlu diperhatikan oleh setiap kandidat yaitu permasalahan penyediaan lapangan kerja dengan grafik 3 7,3 persen, bantuan pendidikan dan kesehatan gratis 27 persen, dan pembangunan infrastruktur 16,2 persen.

"Partai yang sering dilihat oleh masyarakat di Batanghari adalah Golkar sebanyak 21,5 persen yang diikuti oleh PAN 10,3 persen, PDIP 8,8 persen, selebihnya 33,5 responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab," katanya.

Partai atau calon yang sering di sosialisasikan adalah Golkar 16,3 persen, diikuti PAN 9,7 persen, PDIP 9,2 persen, dan popularitas kandidat yang memiliki tertinggi adalah Yunita asmara dengan 75 persen, kemudian diikuti M Fadil Arif 73,5 persen dan 5 9,8 persen.

"Kandidat yang memiliki akseptabilitas tertinggi adalah M Fadil Arif 62,8 persen, kemudian Yunita Asmara 54,7 persen, dan Firdaus Fattah 46,5 persen dan kandidat yang memiliki strong voters tertinggi (suara yang sudah pasti) adalah M Fadil Arif bactiar 16,3 persen," jelasnnya. Kandidat yang memiliki elektabilitas tertinggi Pilbub Batanghari adalah M Fadhil-Bakhtiar Arif 29 persen.

Namun masyarakat yang belum menentukan pilihan sebesar 44 persen, setelah itu terdapat Firdaus Fattah- Camelia Hasip 13,8 perssn dan terakhir Yunita Asmara-Mahdan 13,2 persen.

Survei tersebut berdasarkan metodologi pelaksanaan di seluruh wilayah kabupaten Batanghari yang meliputi 8 Kecamatan dan populasi survei ini adalah WNI yang mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah pada saat survei di lakukan.

Sementara jumlah sampel pada survei ini sebanyak 600 responden pada 60 desa yang tersebar di 8 kecamatan dengan Margin Of Error sebanyak 4 persen pada tingkat kepercayaan publik 95 persen, metode penarikan sampel yang digunakan adalah Multistage Random Sampling.

"Waktu pengumpulan data pada tanggal 13-19 September 2020 dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner terukur," tambahnya.

Putin menjelaskan tujuan survei opini publik dan polling politik merupakan kaidah ilmiah untuk mengukur pendapat opini masyarakat terkait kegiatan politik yang dilakukan melalui data yang memiliki tingkatan prababilitas dan proporsional yang seimbang.

"Dalam pilkada serentak kabupaten Batanghari survei yang dilakukan pada saat setelah pendaftaran calon bupati-wakil Bupati, ingin mengetahui respon cepat masyarakat Batanghari terkait fenomena politik yang ada dan mengukur tingkat keterpilihan calon," pungkasnya.(afm)









loading...