Berang, Tinggalkan Ruang Rapat, Faisal: Usulan PUPR Provinsi Jambi Nggak Masuk Akal



Selasa, 15 September 2020 - 17:57:57 WIB



Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Tanjabbar-Tanjabtim Faisal Riza
Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Tanjabbar-Tanjabtim Faisal Riza

JAMBERITA.COM- Rapat pembahasan program mitra kerja Komisi III Anggota DPRD Provinsi Jambi terkait APBD 2021 bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata berlangsung panas.

Pasalnya satu diantara beberapa anggota legislatif sempat naik tensi bahkan keluar meninggalkan ruangan rapat tersebut dengan rasa kecewa.

Anggota DPRD tersebut adalah Faisal Riza dari Fraksi Gerindra salah satunya. Bukan tidak ada alasan. Ia marah karena kurang rasionalnya usulan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pengadaan proyek tanah di Ujung Jabung.

"Saya terkejut ada usulan anggaran pengadaan tanah sebesar Rp43,499 Miliar dengan panjang 22 KM Lebar 50 Meter, katanya untuk di Ujung Jabung," terangnya, ketika berhasil dijumpai awak media setelah ia keluar dari rapat tersebut, Selasa (5/9/2020).

Menurut Faisal dengan anggaran sebesar itu jika dikalkulasikan artinya sekitar Rp395 juta per Hektar (Ha). "Apakah mungkin segitu harga tanah di Ujung Jabung.? Nggak logis, kurang masuk diakal, bukan nggak setuju tapi kondisi saat ini rasanya masih ada yang lebih prioritas," terangnya.

Lebih lanjut Faisal juga mengatakan jika alasan pengadaan tanah itu untuk memenuhi target RPJMN rasanya tidak harus di tahun 2021 karena didalam PP 13 tahun 2017 tentang RTWN untuk tahun 2020-2024. Artinya bisa di anggarkan hingga tahun 2024.

"Jadi dengan kondisi pandemi saat ini harusnya prioritas APBD itu penanganan Covid-19 sesuai Permendagri nomor 64 2019. Jadi kenapa harus dipaksakan untuk di tahun 2021," bebernya.

Selain penanganan Covid-19, itu kata Faisal lebih baik anggaran itu juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang bersentuhan dengan masyarakat langsung, seperti misalnya perbaikan jalan Provinsi yang kondisinya rusak berat di Lintas Sabak Nipah Panjang Tanjabtim dan pada ruas Jalan Teluk Nilau Senyerang yang juga rusak parah di Tanjabbar.

"Misal perbaikan jalan lingkungan, dan memiliki nilai ekonomis tinggi, kan kita harus mendorong pemulihan ekonomi dampak daripada Covid-19 kan, jadi ini terkesan dipaksakan jika benar tetap dilaksanakan untuk pengadaan tanah tersebut," pungkasnya.(afm)









loading...