Penghinaan Terhadap Islam Kembali Terjadi, Buah Sistem Sekuler



Selasa, 15 September 2020 - 17:52:06 WIB



Nelliya Azzahra
Nelliya Azzahra

Oleh: Nelliya Azzahra*

 Penghinaan terhadap agama Islam baru-baru ini kembali terjadi di Ibukota Norwegia, Oslo.

Ketegangan memuncak ketika seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman-halaman Alquran. Kepolisian Norwegia sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok.

Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan itu, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia. Republika.co.id (30/8/2020)

Penghinaan terhadap Islam yang terjadi di Norwegia, bukanlah kali terjadi. Sejak Rasululullah Saw. mulai menyebarkan agama yang diwahyukan Allah Swt. melalui malaikat Jibril, ada saja pihak yang menentang dan tidak suka terhadap apa yang Rasulullah sampaikan hingga hari ini.

Para penentang dan pembenci Islam semakin agresif menunjukkan ketidaksukaan mereka hingga penghinaan melecehkan ajaran Islam mereka lakukan terus berulang.

Kaum muslim di berbagai wilayah dijajah. Entah penjajahan fisik maupun pemikiran. Kita bisa melihat bagaimana Suriah, Bosnia, Palestina,Uighur, Irak, Afganistan dan negeri-negeri muslim lainnya yang pernah merasakan getirnya peluruh musuh Islam.

Semua ini tidak luput dari akidah sekuler yang diadopsi oleh negeri ini dan barat. Memisahkan kehidupan dari agama membuat mereka menjadikan agama sebatas urusan ibadah mahdoh atau ritual saja.

Sekularisme menjadi asas bagi liberalisme yang diwujudkan dalam hak asasi manusia (HAM), berupa kebebasan berperilaku (freedom of behavior) dan berpendapat (freedom of speech) yang sering dijadikan alasan untuk melakukan penghinaan terhadap Islam. Isu-isu negatif tentang Islam terus digulirkan bertujuan untuk menjauhkan ajaran Islam dari pemeluknya. Barat secara sistematis mempropagandakan ini.

Saat ini umat Islam bagai buih dilautan. Banyak tapi tak ada kekuatan. Mereka dipandang lemah sehingga mudah dilecehkan dan direndahkan. Bahkan, mayoritas penguasa negeri muslim hanya bisa memberi kecaman terhadap pelecehan ajaran Islam yang terjadi.

Hanya sistem Islam dalam bingkai khilafah yang dapat menghentikan penghinaan ini.

Rasulullah SAW pernah menerapkan sanksi bunuh terhadap pelaku penistaan agama. Dan di masa kekhilafahan Utsmani, daulah bersikap tegas dengan menyiapkan pasukan perang utk menyerang Perancis, ketika diketahui perancis akan menggelar opera yang isinya menghina nabi Muhamammad SAW. Akhirnya pertunjukan opera pun dibatalkan.

penistaan agama disemua negeri. Dan hanya Khilafahlah yang akan memuliakan Islam dan kaum muslimin dengan dakwah dan jihadnya Rasulullah Saw. bersabda:

Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).(*)

 

 

Penulis adalah: Penulis dan Aktivis Muslimah Jambi*







loading...