Home Industri Tahu Di Desa Sungai Mas



Jumat, 11 September 2020 - 15:47:54 WIB



Oleh: Husnul Prandika*

 

 

Tahu adalah makanan yang terbuat dari dadih kedelai yang dipadatkan. Tahu merupakan sumber protein nabati, kalsium, dan zat besi yang baik juga murah meriah didapatkan. Tak hanya itu. Tahu juga bebas gluten, bebas kolesterol, dan rendah kalori. Tidak heran bila banyak sekali manfaat tahu bagi kesehatan tubuh kita.

Tahu berasal dari Tiongkok, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Nama "tahu" merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: ??, hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti "kedelai terfermentasi". Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: ??) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Indonesia merupakan suatu negara yang berkembang. Segala ide yang dimiliki oleh warganya sangat beragam guna menyumbangkan kreatifitasnya atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kita sering mendengar kata UMKM. UMKM merupakan kepanjangan dari Usaha Mikro Kecil Menengah atau biasa disebut dengan home Industri atau industri rumahan. Industri rumahan merupakan suatu usaha yang didirikan oleh seseorang dengan modal yang kecil dan area pemesarannya juga belum meluas pastinya hanya daerah sekitarnya saja.

Desa Sungas Mas adalah salah satu desa yang ada di Provinsi Jambi, kabupaten Merangin, kecamatan Bangko, Kelurahan pasar atas, Rt/Rw 09/04. Di desa ini terdapat home industri Tahu, dimana Home industri ini dimiliki oleh seorang perempuan yang bernama Suharti. Di mana yang sebelumnya didirikan oleh ibu kandungnya sendiri pada Tahun 2005. Lalu dikembangkan kembali oleh ibu Suharti pada Tahun 2014.

Ibu Suharti, pemilik home industri Tahu, mengatakan, tahunya menggunakan kedelai pilihan sehingga rasanya lebih nikmat dan punya rasa khas tersendiri. ”Kami juga tidak menggunakan bahan pengawet sehingga saya jamin semua tahu yang dijual di sini segar,” katanya.”Lagi pula, untuk apa pakai bahan pengawet karena tahu buatan kami selalu ludes terjual dalam sehari,” lanjutnya. Dia menjelaskan, dalam sehari, pabrik tahunya menghabiskan 1-2 kuintal kacang kedelai. Di akhir pekan, pabriknya menghabiskan 3-4 kuintal kacang kedelai. Pembuatan tahu dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 16.00 setiap hari kecuali di hari tertentu.

Ibu Suharti mengawasi langsung setiap proses pembuatan tahu, seperti yang dilakukannya saat kami berkunjung. Proses pembuatan tahu dimulai dengan merendam kedelai selama 4-6 jam. Kedelai kemudian dicuci, lalu digiling. Kedelai yang telah digiling selanjutnya memasuki tahap perebusan. Setelah kedelai di rebus kedelai kemudian disaring. Dalam proses penyaringan, banyak atau sedikitnya api sangat berpengaruh, karena pada proses penyaringan inilah, memisahkan ampas sari dari kedelai. Setelah penyaringan kedelai yang telah terpisah dari ampas tadi didiamkan dan sedikit dicampurkan cuka. Selama kedelai didiamkan kedelai akan menggumpal, setelah menggumpal, sari dan air cuka tadi akan memisah lalu air cuka dibuang. Kedelai yang menjadi gumpalan tadi diambil lalu dicetak dalam cetakan tahu. Biasanya cetakan berbentuk persegi. Setelah tahu dicetak dalam cetakan, biasanya Ibu Suharti mendiamkan olahan tahu itu selama 2 jam, lalu setelah didiamkan olahan tadi dipotong sesuai ukuran yang telah dia tentukan.

Proses penyaringan tahu dan pemisahan antara ampas sari dari kedelai

Proses pencetakan tahu

Hasil dari cetakan tahu yang telah di potong lalu direndam untuk hasil maksimal.

Dalam home industri tahu yang dimiliki Ibu Suharti, ada dua macam tahu yang di perjual belikan yaitu Tahu Putih dan Tahu Goreng. Untuk mendapat kan tahu goreng, tahu putih tadi di goreng dalam wadah yang cukup besar dengan api yang sesuai untuk menggoreng tahu.

Wadah pengoreng tahu.

Hasil tahu yang telah di goreng

Proses pembuatan di tempat itu, kata Ibu Suharti, dari dulu hingga sekarang tidak berubah. Semua masih dikerjakan secara tradisional dan mengandalkan tenaga manusia dan sedikit bantuan dari alat modern seperti mesin penggiling tahu. ”Yang berbeda paling sekarang kami menggunakan dinamo (mesin jenset) untuk menggiling tahu,” tutur Ibu Suharti. Ibu Suharti, yang merupakan generasi kedua pembuatan home industri Tahu setelah ibu kandungnya sendiri. Beliau mengatakan beberapa tahun belakangan ini semakin banyak pembuat home industri Tahu di kota ini. Kehadiran mereka tidak sedikit banyak berpengaruh pada penjualan home industri Tahu tersebut. ”Tapi, Alhamdulillah kami tetap bisa bertahan sampai saat sekarang ini.” katanya.

Hampir setengah tahun semenjak mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia, pukulan hebat masih dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM). Banyak UMKM yang harus memutar otak untuk mencari strategi agar bisa bertahan hidup.  Tetapi berbeda dengan Ibu Suharti, dia justru mengambil peluang dengan cara menambah ukuran tahu yang dia miliki dari sebelumnya, jadi maksud nya ukuran tahu yang sebelumnya kecil dia tingkatkan potongn tahunya menjadi ukuran yang agak besar,agar konsumen tertarik untuk membeli.

Manfaat Dari Tahu :

Tahu merupakan makanan yang sangat populer di Indonesia, serta kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.Selain murah meriah, tahu diyakini mampu membantu Anda dalam mencegah penyakit-penyakit di bawah ini:

1. Mengurangi resiko sakit jantung

Banyak penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi sayur-sayuran dan bahan pangan nabati (seperti kedelai) berkaitan dengan menurunnya risiko penyakit jantung. Isoflavon dalam kedelai dipercaya bisa mengurangi peradangan pada pembuluh darah sekaligus meningkatkan kelenturannya. Mengonsumsi sekitar 50 gram produk kedelai setiap hari mampu memperbaiki kadar lemak darah dan menurunkan risiko sakit jantung sebanyak 10%.

Pada wanita yang sudah menopause, asupan isoflavon yang tinggi terkait dengan membaiknya faktor-faktor yang melindungi tubuh dari kemungkinan serangan jantung. Contohnya, indeks massa tubuh ideal, ukuran lingkar pinggang normal, kadar insulin, dan kadar kolesterol baik HDL.Tak hanya isoflavon, kandungan saponin dari tahu juga memperbesar manfaat tahu dalam melindungi kesehatan jantung.

2. Mengurangi resiko kanker payudara

Wanita yang mengonsumsi produk-produk kedelai setidaknya seminggu sekali, dikatakan memiliki risiko kanker payudara yang menurun sebesar 48-56 persen. Efek perlindungan ini didapatkan dari isoflavon, yang juga berpengaruh positif terhadap siklus menstruasi dan kadar estrogen. Manfaat perlindungan dari tahu terhadap kanker payudara tersebut paling banyak didapatkan oleh perempuan yang terbiasa mengonsumsi tahu dan produk kedelai sejak kecil.

3. Mengurangi resiko kanker saluran pencernaan

Penelitian yang mengamati kaitan antara konsumsi tahu dan kanker lambung menemukan bahwa risiko penyakit ini menurun sebanyak 61% pada pria dan 59% pada perempuan yang suka makan tahu. Sedangkan resiko kanker saluran pencernaan lainnya berpotensi berkurang sebanyak 7 persen.

4. Mengurangi resiko kanker prostat

Manfaat makan lebih banyak tahu dan produk-produk kedelai jugua bisa menurunkan risiko kanker prostat sebanyak 32-51% pada pria. Beberapa penelitian sudah mendukung temuan tersebut dan menyimpulkan bahwa manfaat pencegahan kanker prostat dari isoflavon dalam tahu, tergantung pada jumlah konsumsi tahu serta tipe bakteri saluran cerna yang ada di usus Anda.

5. Mengurangi resiko diabetes

Sebuah penelitian yang melibatkan para perempuan usia menopause menemukan bahwa konsumsi isoflavon kedelai sebanyak 100 gram per hari, dapat mengurangi kadar gula dalam darah sebanyak 15% dan menurunkan kadar insulin sebanyak 23%. Sementara studi lainnya menemukan bahwa mengonsumsi isoflavon setiap hari selama satu tahun, akan memperbaiki sensitivitas insulin dan kondisi lemak darah,.  sekaligus mengurangi resiko sakit jantung.(*) 

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa Program Study Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam  Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi*







loading...