Aliran Sungai Batang Tebo Diduga Tercemar, Masyarakat Desak Bupati Bungo Hentikan aktifitas PETI



Minggu, 09 Agustus 2020 - 17:07:16 WIB



JAMBERITA.COM- Persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo Jambi diduga masih membandel dan beraktifitas sehingga membuat keresahan masyarakat setempat.

Betapa tidak sepanjang aliran sungai Batang Tebo itu di duga menjadi tercemar sampai dengan ke beberapa wilayah kecamatan.

Rilis resmi laporan warga yang sampai ke media ini mengatakan, dugaan aktifikas PETI dengan menggunakan alat berat Excavator berlangsung di Lubuk Buih Dusun Sungai Ipuh Kecamatan Limbur (4 unit) dan di Kecamatan Muko-Muko satu unit.

Bahkan, aktifitas tersebut terkesan terang-terangan dan tidaknya tersentuh hukum sehingga membuat kerusakan lingkungan aliran sungai Batang Tebo sampai dengan tercemar ke wilayah Kecamatan Bathin II Pelayangan dan Kecamatan Tanah Tumbuh.

Menanggapi hal itu, Camat Bathin II Pelayangan Bungo Marwilisman Kamis (6/8/2020), telah melayangkan surat kepada Bupati Bungo C.q Aisisten Ekonomi dan Pembangunan untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan aktifitas tersebut.

"Berkenaan dengan kondisi kualitas air sungai Batang Tebo pada saat ini yang memprihatinkan, dikarenakan adanya dugaan aktifitas pertambangan yang menggunakan alat berat yang berada di wilayah Hulu Sungai Batang Tebo Kecamatan limbur Lubuk mengkuang," ujarnya.

Mereka melaporkan hasil rapat terbatas di aula Kantor Camat dengan para tokoh perwakilan masyarakat memohon kepada Bupati Bungo untuk segera menindak tegas dan menghentikan aktifitas oknum penambang tersebut yang menggunakan alat berat dengan batas waktu paling lambat tanggal 20 Agustus 2020.

"Dalam hal pada tanggal 20 Agustus 2020 kondisi air sungai Batang Tebo belum kembali normal dan aktifitas tambang masih terjadi. Maka masyarakat Kecamatan Bathin II Pelayangan meminta izin kepada Bupati Bungo untuk mengambil langkah sendiri dengan langsung turun ke lokasi tambang yang dimaksud," tegasnya.

Ketua Umum LSM Tebas sekaligus Pemuda dari Warga Kecamatan Tanah Tumbuh Ahyar juga menambahkan akibat aktifitas PETI membuat kondisi sungai menjadi keruh. "Masih ada dibeberapa titik wilayah aktifitas PETI yang menggunakan alat berat ,dan aktifitas PETI yang tengah beroperasi berefek samping ke beberapa daerah kondisi sungai keruh. Efek di satu daerah Lubuk Buih Dusun Sungai Ipuh, ya imbasnya aliran sungai  di Desa kami turut tercemar," katanya.

Ahyar juga menyinggung soal tindak lanjut atas kesepakatan penanda tanganan bersama dalam hal ini Pemkab, aparat penegak hukum dan perangkat desa seharusnya serius untuk memberantas PETI. "Jangan sekedar untuk mencari perhatian warga saja terkait pilkada, seriuslah memberantas PETI kita harapkan keseriusan kepada Bapak Bupati lah," ungkapnya.

Menurutnya jika aktifitas PETI dibiarkan, maka dikhawatirkan Danau Gunung Tujuh Ulu Batang Tebo bisa jebol kalau terus digali, sehingga akan menggerus bantaran seluruh aliran yang dilewati sungai Batang Tebo.

"Belum lagi adanya Lubuk Larangan ikan swadaya masyarakat yang berada di dusun Peninjau dan Tanah Tumbuh, kondisi air keruh sekarang sangat berpengaruh terhadap perkembangan ikan di Lubuk tersebut," terangnya.

Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Bungo Jambi Ridwan menegaskan kalau dilihat aparat penegak hukum sudah cukup berupaya memberantas PETI."Fakta Kapolres sudah diganti artinya Kapolda serius mengawasi PETI, sekarang ini dipertanyakan Bupati, perangkat desa, camat yang sudah sepakat menanda tangani fakta integritas memberantas PETI," tegasnya.

Sejauh ini, kata Ridwan mana keseriusan untuk menyelamatkan lingkungan wilayah Bungo dari efek aktifitas PETI. Padahal pemerintah itu segala ahli hukum ada."Jadi kalau tidak bisa bekerja, Pak Bupati tolong evaluasi kinerja instansi mulai dari perangkat desa, kecamatan dan instansi terkait lainnya," pintanya.

Kapolsek Limbur Iptu T. Munthe ketika dikonfirmasi dengan nada berang dirinya mengaku beberapa hari ini telah melakukan pengecekan langsung tidak ada aktifitas PETI."Tidak benar itu jangan informasi yang di dapat katanya katanya ,kalau memang ada aktifitas  PETI telpon saya mari sama sama kita turun, saya heran kita sudah bekerja, bayangkan kiloan meter masuk ke lokasi dengan personel Polres, sekarang ini mana DLH, Sat Pol-PP, ESDM, ayo sama-sama," ujarnya.

Selama ini dikatakan Kapolsek, pihak kepolisian sudah berupaya melakukan pencegahan atau larangan PETI mulai dari sosialisasi, bahkan sudah ada spanduk agar tidak adanya aktifitas PETI di wilayah hukum Limbur. "Janganlah dan siapa yang mengatakan aktifitas PETI ada, terang terangan sama saya, lapor kita turun ke lapangan sama sama," pungkasnya.(afm)







loading...