Sang Guru Itu Sudah Berpulang



Jumat, 10 Juli 2020 - 17:49:39 WIB



Antony Zeidra Abidin
Antony Zeidra Abidin

Oleh Antony Zeidra Abidin

DIA adalah guru wanita pertama di Propinsi Jambi. Lahir 31 Oktober 1933. Terakhir mengajar di SMA Negeri 4 Jakarta dan SMA Atlet Ragunan.

Dalam usia masih sangat muda, mengajar di Sekolah Guru Bawah (SGB) Negeri Bangko, Jambi.

Muda, karena muridnya  banyak yg lebih tua dari usianya. Terutama para veteran pejuang  kemerdekaan yg baru sempat sekolah pasca revolusi. Kemudian mereka jadi pegawai negeri.

Yang muda-muda tak sedikit yg menjadi guru, antara lain Pak Alwi,  Pak Darwis. Mereka berdua ini guru saya ketika saya kelas 1 SMP Negeri Bangko. Juga Bang Neng Achmad, yg jabatan terakhirnya Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun - termasuk yg rutin berkunjung ke rumah Cik Anis, begitu dia disapa murid2nya di Jambi.

Sebelum mengajar di SMA Negeri 4 Jakarta, Cik Anis pertengahan tahun 50an mengajar di SMP Negeri 1 Jambi. Kemudian melanjutkan kuliah di IKIP Bandung akhir tahun 50an.

Selanjutnya mengajar di SMA Negeri 4 Jakarta. Di sekolah yg  terletak di Jalan Batu Jakarta Pusat itu Cik Anis atau ada juga yang memanggilnya di Jambi "Cik Zawanis", mengajar cukup lama, sepanjang tahun 60an-70an.

Menjelang pensiun Cik Zawanis mengajar di SMP-SMA Atlet Ragunan.

Walaupun sudah pensiun, dia masih tetap mengajar. Tetapi tidak lagi di Sekolah  biasa. Cik Zawanis mendirikan sekolah-sekolah untuk anak-anak pemulung di beberapa tempat. Antara lain di Pasar Minggu.

Setelah usianya semakin sepuh, tak kuat lagi mengajar di luar rumah. Dia membuka kelas untuk anak-anak yang tak mampu di sekitar rumahnya di Karawaci.

Pagi tadi, 06.15,  Sang Guru sejati itu telah berpulang ke rahmatullah. Sepanjang hidupnya hampir sepenuhnya diabdikan untuk dunia pendidikan. Sebagai guru, dari usia muda hingga akhir hayatnya.

Sehabis dishalatkan di masjid dekat rumahnya di LIPPO Karawaci, almarhumah dimakamkan dekat makam adik bontotnya: Wikrama Abidin. Di TPU Tanah Kusir.

Wikrama, nomor terakhir dari 10 bersaudara. Di atas Wikrama adalah saya.

Dengan wafatnya Cik Zawanis, dari 10 bersaudara itu, kini tinggal saya sendiri. Inna lillahi wa inna illaihi rajiun.

Selamat jalan Cik Zawanis. Guru banyak orang, guru kami, guru saya juga.









loading...