Jadi Petahana Tetapi Dianggap Tidak Punya Taji di Pilkada, Kurang Kuatkah?



Jumat, 10 Juli 2020 - 17:02:07 WIB



Dori Efendi
Dori Efendi

JAMBERITA.COM- Pilkada serentak 2020 di Provinsi Jambi selalu memperlihatkan sisi menarik untuk diulas. Bukan hanya Pilgub Jambi, Pilbup/Pilwako daerah pun juga menarik untuk dianalisa.

Saat ini yang menarik adalah petahana di sejumlah kabupaten yang menjabat sebagai wakil.

Seperti Wakil Bupati di Tanjung Jabung Barat dan Kota Sungai Penuh yang dinilai tidak memiliki kekuatan.

Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial tidak bisa lagi maju karena sudah dua periode. Begitupun dengan Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB) yang sudah 2 periode. Seharusnya, wakil saat ini yaitu Zulhelmi di Sungai Penuh dan Amir Sakib di Tanjung Jabung Barat mampu memanfaatkan peluang tersebut.

Hanya saja yang terlihat saat ini, 2 petahana ini tidak mampu. Untuk Tanjung Jabung Barat ada adik kandung Safrial Mulyani yang akan maju dan sudah mendapatkan rekomendasi PDIP. Belum lagi istri Safrial Cici Halimah yang juga ingin maju dan baru-baru ini sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa partai. Sungai Penuh juga demikian, anak dari AJB Fikar Azami juga ikut dalam kontestasi dan sudah dapatkan rekomendasi partai.

Dua petahana ini sampai sekarang juga belum menunjukkan akan mendapatkan dukungan partai politik. Ini semua berbeda dengan didaerah Tanjung Jabung Timur dan Bungo. Disana petahana sangat kuat sampai ada kemungkinan tidak ada lawan. Faktor apa yang menyebabkan petahana ini seperti tak memiliki kekuatan dan dinilai tidak akan memenangkan kontestasi?

Dori Efendi selaku Pengamat Politik melihat, mereka berdua itu berada pada posisi sebagai wakil. Pada kondisinya, trah Asafri Jaya Bakri dan Safrial yang membawa mereka untuk masuk dan menang waktu itu.

"Sekarang di dua daerah ini, yang akan maju adalah trah dari kepala daerah itu sendiri. Kekuatan birokrasi sendiri pastinya akan terpaut kuat dengan kepala daerah, tidak dengan wakil," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com, Jumat (10/7/2020).

Ia mengatakan, belum lagi berbicara kekuatan untuk dukungan partai politik, trah dari AJB dan Safrial sudah dari awal mendapatkan dukungan partai dan memastikan maju. Sedangkan para petahana ini belum satupun terlihat dan terdengar mendapatkan rekomendasi dari partai politik.

"Ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat para petahana ini terkesan terlihat tidak terlalu kuat. Ditambah posisi basis massa yang bisa dibilang sudah mengakar pada AJB dan Safrial didaerah tersebut. Makanya petahana dari wakil ini tidak mampu untuk bersaing," ujarnya. (am)







loading...