Pra Pelaksanaan Aturan Sanksi Denda, Pemkot Bagikan Masker Kepada Masyarakat



Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:05:02 WIB



JAMBERITA.COM- Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat mengimplementasikan Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2020 terkait Pedoman Penanganan Covid-19 di Area Publik/Lingkungan Usaha dan Masyarakat dalam Pemberlakuan Relaksasi Ekonomi dan Sosial Kemasyarakatan pada Masa Pandemi, tertanggal 1 Juni 2020.

Sebagaimana diketahui, produk hukum yang memuat ketentuan pelaksanaan era baru relaksasi kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di Kota Jambi dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat di tengah pandemi Covid-19 itu, salah satunya memuat tentang ketentuan kewajiban memakai masker bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dan implementasi aturan tersebut, Pemerintah Kota Jambi kembali melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis bagi masyarakat di berbagai titik keramaian, diseluruh wilayah Kota Jambi. Aksi simpatik tersebut diawali dengan apel pelepasan petugas pembagian masker yang di pusatkan di Command Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Mako Damkar Penyelamatan Kota Jambi (6/6).

Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, dr. Maulana. Apel yang diikuti oleh jajaran ASN Pemkot Jambi, TNI/Polri dan relawan tersebut, juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi, Budidaya, Asisten Sekda dan Kepala OPD Pemkot Jambi.

"Sampai dengan hari ini sebanyak 165.000 masker yang sudah dibagikan kepada masyarakat. Sudah cukup bnyak, hampir 20% dari jumlah penduduk Kota Jambi. Khusus hari ini ada 48.000 pcs masker yang dibagikan oleh petugas dan relawan, ASN, TNI/Polri di beberapa titik keramaian di seluruh wilayah Kota Jambi. Harapannya adalah kita memberikan contoh dan mengedukasi masyarakat untuk disiplin dan mematuhi regulasi di bidang protokol kesehatan. Salah satunya adalah memakai masker sebagai kewajiban bagi setiap individu jika keluar rumah," Wawako Maulana.

Lebih lanjut menurut Maulana, berdasarkan Peraturan Wali Kota nomor 21 tahun 2020, jika masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker, dapat dikenakan sanksi berupa denda.

"Peraturan Wali Kota Jambi nomor 21 tahun 2020 telah mengatur sanksi denda sebesar Rp. 50.000, bagi pelanggar yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Sanksi denda bagi pelanggar ketentuan ini efektif mulai berlaku pada tanggal 8 Juni besok. Sampai dengan hari ini kita masih dalam tahap sosialisasi dan tidak memberlakukan tindakan denda. Pola ini adalah syarat mutlak yang wajib dipenuhi untuk menuju ke adaptasi kehidupan baru," ujar wakil kepala daerah yang juga merupakan dokter tersebut.

Maulana juga menjelaskan dalam kegiatan relaksasi aktivitas ekonomi dan sosial-kemasyarakatan, baik pelaku usaha maupun rumah ibadah dan tempat publik lainnya, wajib menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat, yang telah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Jambi tersebut.

"Tempat tempat umum atau fasilitas umum harus menyiapkan sarana untuk protokol kesehatan, seperti sarana cuci tangan, thermo scan untuk pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak aman minimal dan hal lainnya. Tidak ada tawar menawar untuk urusan protokol kesehatan dalam relaksasi ini. Tenaga kesehatan juga telah kita perkuat. Kita juga telah siapkan tenaga medis dan relawan kesehatan yang selalu standby," pungkasnya.

Usai menggelar apel pelepasan pembagian masker, Wawako Maulana pun turun langsung dalam aksi simpatik pembagian masker bagi masyarakat Kota Jambi tersebut. Didampingi Sekda Budidaya, Maulana turun membagikan langsung masker di Tugu Keris kawasan Pedesterian Jomblo Kotabaru Jambi.

Tampak Wawako Maulana, bersama tim lainnya, turut memasangkan langsung masker kepada pengendara yang kedapatan tidak memakai masker saat keluar rumah dan berkendara.

Sebelumnya, Wali Kota Jambi telah mengeluarkan Instruksi Wali Kota Jambi nomor 08/INS/IV/HKU/2020 tanggal 18 April 2020 tentang Kewajiban Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Covid-19 di Kota Jambi, yang ditujukan kepada seluruh warga Kota Jambi. Dalam.ketetnuan instruksi tersebut, seluruh masyarakat Kota Jambi diwajibkan untuk menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah (termasuk ke fasilitas kesehatan), baik menggunakan masker kain yang digunakan masyarakat umum setiap hari, maupun masker bedah yang digunakan hanya untuk orang yang sakit dengan tanda gejala batuk, pilek, demam dan sesak nafas, oang yang sakit di dalam rumah, maupun untuk tenaga medis yang menangani pasien atau berhadapan dengan pasien.

Sebelumnya Pemkot Jambi juga telah menyiapkan sebanyak 200 ribu masker gratis yang akan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat, dengan melibatkan pelaku UKM dalam produksi masker tersebut. Pada tahap awal, Pemkot Jambi telah membagikan sebanyak 20 ribu masker gratis untuk masyarakat.

Menurut Wali Kota Fasha, kunci utama keberhasilan percepatan penanganan wabah Covid-19 di Kota Jambi dan Indonesia adalah dengan menerapkan kedisiplinan dan kepedulian bersama oleh seluruh masyarakat.

"Kepedulian dan kedisiplinan adalah kunci sukses bagi kita semua untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan selalu pakai masker. Semoga ikhtiar dan pengorbanan kita ini berbuah hasil, memutus lebih cepat mata rantai penyebaran Covid-19 yang makin mengkhawatirkan setiap harinya," ujar Wali Kota Jambi dua periode itu.
?
Fasha juga mengajak masyarakat yang terpaksa keluar rumah, untuk disiplin mematuhi protokol jika keluar rumah, seperti selalu memakai masker, jaga kontak fisik, jaga jarak antar orang (physical distancing), dan sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.?
?
Pasca ditetapkannya tatanan baru (new normal) oleh pemerintah pusat, sebagian pemerintah daerah sudah mulai mempersiapkan rencana implementasi adaptasi dalam suasana baru tersebut, termasuk di Kota Jambi.

Dalam tatanan baru ini, masyarakat harus mampu beradaptasi dengan cara-cara baru. Masyarakat tetap dapat melaksanakan kegiatannya dalam aktivitas ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, namun juga tetap mampu memproteksi diri dari ancaman wabah ini.









loading...