4 Paslon Mengerucut di Pilgub Jambi, Charta Politica: Semua Calon Tidak Ada Kekuatan Yang Menonjol



Kamis, 28 Mei 2020 - 16:52:27 WIB



jamberita.com
jamberita.com

JAMBERITA.COM- Pilkada serentak sudah ditetapkan digelar pada 9 Desember mendatang. Ini membuat kandidat calon gubernur harus menghidupkan mesin politik untuk melaju dalam pertarungan pilkada serentak di tengah pandemi covid-19 ini. Mulai dari dukungan parpol, pasangan hingga tim di lapangan.

Jika ingin menang, bahan bakar juga juga harus disiapkan agar mesin politik tidak macet dan bisa berjalan hingga 9 Desember mendatang.

Saat ini, jika melihat 4 poster yang bermunculan, ada 4 pasangan calon (paslon) yang memiliki potensi untuk bertarung. Mereka adalah Al Haris bersama Abdullah Sani, Sy Fasha bersama Asafri Jaya Bakri, Cek Endra bersama Ratu Munawarah, dan Fachrori Umar bersama Safrial.

Dari 4 pasangan yang muncul ini memang sudah terwakili untuk bagian unsur wilayah, yaitu timur dan barat. Namun tidak dengan rekomendasi partai politik. Saat ini baru Sy Fasha mendapatkan rekomendasi dari PPP dengan jumlah 3 kursi. Selebihnya belum ada  kejelasan dari partai lain mengarahkan dukungannya pada siapa.

Namun, jika saat ini dipetakan dengan melihat komposisi pasangan calon, setidaknya pasangan Cek Endra dan Ratu Munawarah bisa aman dengan 2 partai saja yaitu Golkar dan PAN. Jika partai ini memilih dua kadernya ini. Karena gabungan dua partai itu sudah mendapatkan 14 kursi melebihi jumlah minimum.

Fachrori Umar dan Safrial juga begitu. Jika dua partainya mendukung sudah pasti dapat maju karena PDI Perjuangan punya 9 kursi dan NasDem ada 2 kursi. Namun, ini masih harus berebut dukungan dengan Al Haris karena Abdullah Sani merupakan kader PDI Perjuangan.

Al Haris sendiri sebelum pandemi, beberapa partai sudah mengarahkan dukungannya seperti Berkarya dengan 1 kursi dan PKS yang memiliki 5 kursi. Jika PDI Perjuangan didapatkan maka sudah cukup untuk bisa maju.

Sy Fasha sudah dari awal mendapatkan dukungan dari PPP. Jika Asafri Jaya Bakri dapatkan Demokrat, maka ada 10 kursi dan masih kurang 1 kursi untuk maju. Sekarang ini bisa jadi perebutan dukungan ada pada Gerindra dan PKB, karena belum jelas hingga saat ini kemana arah dukungannya.

Terkait hal itu, Peneliti Charta Politica Indonesia, Muslimin mengatakan pihaknya melihat jika peluang semua calon yang muncul saat ini sama. Karena semuanya punya kekuatan dan wilayah masing-masing dan tidak ada yang terlalu menonjol.

"Untuk survey sendiri jarak dari setiap calon juga tidak jauh berbeda. Semuanya masih berpeluang karena sekarang ini belum terlihat full gerakan dari calon ditambah rekomendasi partai yang belum turun,"kata Muslimin Kamis (28/5/2020).

Yang jelas, dengan kondisi ini, wakil yang diambil akan  berpengaruh dalam menyumbang dan menentukan kemenangan. Posisi ini pasti sangat berpengaruh untuk menambah kekuatan, tinggal bagaimana apakah ini akan terwujud atau tidak. Kondisi sekarang ini memang membuat dinamika politik Jambi sangat terwarnai.

"Berbeda dengan pilkada sebelumnya, semuanya belum bisa ditebak bagaimana akhirnya nanti. Kemungkinan nanti akan mulai bisa terbaca arahnya saat 3 bulan sebelum pemilihan berlangsung," ujarnya. (am)









loading...