Pembuat Akun Palsu Ini Berusaha Cium Kaki Kapolres, AKBP Guntur: Pelaku Kita Sanksi Kerja Sosial



Rabu, 27 Mei 2020 - 15:36:15 WIB



JAMBERITA.COM- Mengaku menyesal usai diciduk tim Petir Polres Tanjab Barat, HB (29) pelaku pembuat akun palsu fesbuk Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, menunjukkan penyesalannya dengan berusaha mencium kaki AKBP Guntur Saputro. Namun usahanya itu cepat dicegah AKBP Guntur.

"Saya minta maaf, minta ampun, minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat yang merasa dirugikan karena perbuatan saya. Saya janji tidak akan mengulangi dan berjanji akan menjadi warga masyarakat yang baik kedepannya," ucap HB, di Mapolres Tanjabbat, Rabu (27/5/20).

Selain itu, HB mengaku ia nekat buat akun fesbuk palsu AKBP Guntur, karena ia menilai publik akan mudah percaya dan mudah terkecoh, karena mengingat selama ini rekam jejak dan sepak terjang AKBP Guntur dikenal cukup baik di tengah masyarakat dalam menyalurkan bantuan sosial (Bansos) ke masyarakat yang terdampak pandemi corona (Covid-19).

"Saya lihat Kapolres (AKBP Guntur Saputro) baik dan sering ngasih bantuan kepada masyarakat," kata HB, memberikan alasan ia nekat membuat akun palsu tersebut.

Sementara Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro menyikapi hal ini ia mengatakan jika secara pribadi ia sudah memaafkan pelaku pencemaran nama baik HB. Selain itu terkait sanksi hukum bagi HB, ia mengatakan mengambil langkah penyelesaian secara musyawarah bersama unsur pranata sosial Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua Rt dan pihak keluarga pelaku.

"Tadi kita sudah melakukan musyawarah bersama unsur pranata sosial minta solusi sanksi apa yang tepat. Kami sepakati demi kemanfaatan hukum dan pertimbangan kemanusiaan meski perbuatan ini punya konsekuensi hukum, kita mengambil langkah penyelesaian di luar pengadilan," terang AKBP Guntur.

"Pelaku sudah minta maaf kepada saya pribadi, di depan pranata sosial sudah mengakui kesalahan. Dengan permintaan maaf itu kami punya kebujakan menganbil langkah memaafkan yang bersangkutan. Semoga ini jadi pengalaman bagi semua pihak. Selanjutnya pelaku akan kita berikan sanksi kerja sosial dan wajib lapor selama satu bulan dan pelaku tetap kita pantau terus. Jika tidak mengambil manfaat dari kebijakan ini maka akan kita angkat (meja hukum) jika persoalan ini," tandas kapolres. (Henky)









loading...