Dampak Corona, OJK Intruksikan Bank dan Leasing di Jambi Tunda Cicilan Nasabah



Kamis, 02 April 2020 - 16:22:50 WIB



JAMBERITA.COM- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menerapkan kebijakan stimulus perekonomian untuk industri perbankan, sebagai kebijakan Countercyclical dalam menyikapi dampak negatif pandemi corona (Covid-19) terhadap pelaku usaha.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran virus Corona (Covid-19).

Kepala OJK Provinsi Jambi Endang Nuryadin mengatakan kebijakan stimulus ini hanya berlaku terhadap debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), mulai dari sektor Pariwisata, Pertanian, Transportasi, Perhotelan, Perdagangan pengolahan dan pertambangan.

"Nasabah peminjam atau debitur dari UMKM yang usahanya menjadi turun akibat corona, bisa meminta keringanan untuk menunda pembayaran kredit di Bank atau leasing dengan cara melapor ke masing-masing tempat nasabah membayar kredit," ujarnya, saat konferensi pers di Kantor OJK Jambi. Kamis (2/4/2020).

Endang menyebut, stimulus yang diberikan oleh OJK maksimal berlaku selama satu tahun kedepan dengan jumlah kredit dibawah Rp10 miliar. Akan tetapi secara teknis itu tergantung Bank dan leasing dalam menyesuaikan kondisi internalnya masing-masing.

"Kalau mengenai waktu penundaan pembayaran kredit itu teknis dan mekanismenya diatur dalam bank atau leasingnya masing-masing, disesuaikan dengan kapasitas debitur, OJK hanya mengatur waktu maksimal penundaan kredit diringankan maksimal satu tahun,"ujarnya.

Dalam POJK No.11/POJK.03/2020 itu, stimulus yang diberikan terdiri dari dua. Pertama, penilaian kualitas kredit atau pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp 10 miliar.

Kedua, restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit atau pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.

Endang mengatakan untuk pegawai swasta yang memiliki penghasilan tetap akan tetapi penghasilannya menurun dari biasanya ataupun dirumahkan akibat corona virus, dapat juga menunjukkan bukti dan melapor kepada pihak bank ataupun leasing untuk diberikan keringanan kredit.

"Debitur harus melapor dan menjelaskan serta menyampaikan bukti penurunan pendapatan akibat adanya terkena virus corona. Supaya bisa diproses sama bank atau leasing tersebut," jelasnya.

Jika debitur telah melapor secara baik-baik ke bank atau leasing, tapi tidak digubris atau tidak diproses, Endang menyampaikan silahkan nasabah yang memang terdampak corona itu segera mengadu kepada OJK dan akan ditindak lanjuti karena peraturannya sudah jelas diatur.

"Debt collector telah dilarang untuk menagih kredit. Akan tetapi karyawan leasing atau bank diperbolehkan untuk mengingatkan nasabah mengenai pembayaran kredit, masyarakat jangan takut, jika ada debt collector mau narik barang kreditan bisa langsung lapor ke OJK," katanya.

Lebih lanjut mengenai bank atau leasing mana saja di Jambi khususnya yang sudah menerapkan stimulus itu, Endang mengatakan sebenarnya semua bank harus menerapkan. Sejauh ini, Bank Mandiri dan Bank 9 Jambi sudah melapor dan melakukan pengumuman.

"Untuk leasing belum tahu detail leasing mana saja di Jambi, tapi dalam hal pengaduan ke OJK sudah banyak yang mengadu," pungkasnya. (afm)









loading...