Pilkada Serentak 2020 Ditunda, Bagaimana Nasib Penyelenggara Adhoc?



Selasa, 31 Maret 2020 - 12:00:04 WIB



M. Sanusi
M. Sanusi

JAMBERITA.COM- Pemerintah, DPR, serta lembaga penyelenggara (KPU, Bawaslu, DKPP) sepakat untuk menunda pelaksanaan pilkada serentak 2020 karena wabah Virus Covid-19. Kesepakatan penundaan ini juga sudah diawali dengan penonaktifan para penyelenggara adhoc (PPK, PPS, Panwascam, PPL).

Hanya saja, penonaktifan para penyelenggara adhoc ini tidak tahu kapan batas akhirnya. Jika memang penundaan dilakukan, keburu SK para penyelenggara adhoc ini habis masa berlakunya. Ditambah juga sekarang ini tidak ada lagi pembayaran honorarium kepada para penyelenggara adhoc ini.

Terhadap hal ini, Komisioner KPU Provinsi Jambi M. Sanusi mengatakan, terkait penonaktifan para penyelenggara adhoc PPK dan PPS ini pihaknya akan tinjau kembali. Untuk bagaimana kelanjutannya, pihaknya menunggu petunjuk dan situasi sudah mereda.

"Kalau sebenaranya penundaan ini memang selesai pada tahapan coklit, seharusnya mereka akan diaktifkan lagi. Hanya saja ini tinggal menunggu bagaiamana wabah ini bisa selesai atau tidak sebelum itu," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com, Selasa (31/3/2020).

Ia menyebutkan, meskipun mereka nonaktif dan keputusannya nanti ditunda hingga lewat masa berlaku SK, maka para penyelenggara adhoc saat ini seharusnya akan tetap dipertahankan. Hanya saja untuk masalah ini, pihaknya akan menunggu regulasi lebih lanjut yang mengatur.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi terhadap nasib para pengawas adhoc ini menyebutkan terhadap nasib para penyelenggara adhoc ini, pihaknya tinggal melihat apakah pemerintah akan keluarkan Perppu terhadap penundaan pelaksanaan pilkada. Makanya untuk sekarang ini, pihaknya tidak bisa berandai-andai terhadap kebijakan penyelenggara adhoc ini.

"Untuk sekarang ini belum bisa ditebak bagaimana mekanisme selanjutnya. Polanya juga belum terlihat apakah akan ditunda hingga tahun depan atau hanya sebatas tahapan yang ditunda. Yang jelas para penyelenggara adhoc yang sudah dipilih tetap akan dipertahankan," katanya. (am)







loading...