Soal Penanganan Corona, Elviana Jangan Tunda Lagi Terapkan Lock Down



Kamis, 26 Maret 2020 - 08:24:42 WIB



Elviana
Elviana

JAMBERITA.Com- Tren jumlah positif Corona di Indonesia terus bertambah. Bahkan kenaikannya semakin tinggi dimana per 25 Maret, jumlah kasus positif menjadi 105 orang. Total jumlah penderita saat ini mencapai 709 yang tersebar 24 Provinsi termasuk di Jambi.

Data ini tentu menunjukkan jika penanganan corona harus lebih serius, cepat dan tegas. Ketua Komite IV DPD RI Elviana yang merupakan DPD RI dapil Jambi menegaskan jangan tunda lagi untuk menerapkan lock down.

Ia mengatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk 260 jutaan tersebar di berbagai pulau, tidak efektif jika menerapkan sistem penanganan seperti di china dan negara lainnya.  “China misalnya langsung bangun ribuan kamar RS yang jarak rumah warga ke RS tersebut tidak nyebrang laut kayak kita. Disamping itu jenazah di LN umumnya dikremasi sementara Indonesia yang mayoritas Islam mayatmya dikubur, perlu energi dan tenaga utk urus jenazah,” kata Elviana.

Kalau pemerintah pusat tetap bertahan dengan sistem yang sekarang maka Indonesia bisa keluar sebagai juara umum korban terbanyak di dunia. “Jangan tunda lagi untuk terapkan lockdown dan penanganan corona berbasis desa,” kata Senator yang sudah tiga periode duduk di senaya ini.

Menurutnya, penanganan corona berbasis desa yakni dengan menggunakan dana desa untuk membantu sembako bagi masyarakat yang non PNS, non BUMN yang tidak dapat gaji tetap tiap bulan dari negara.

“Ada 74 ribu desa se Indonesia dengan total dana desa Rp70 T.  Cukuplah untuk atasi lockdown selama 2 bulan,” katanya.

Karena itu, libatkan anggota DPR & DPD se Indonesia yang sedang di dapil hingga 24 Mei 2020. Seluruh  anggota DPR dan DPD yg berjumlah 692 orang bertugas untuk pengawasan dan pengananan corona berbasis desa ini.

Jika pemerintah pusat tidak respon, Gubernur Jambi bisa bersurat ke Menkeu minta izin dana desa Provinsi Jambi tahun 2020 yang   diperuntukkan untuk 1.399 desa + 141 kelurahan untuk lockdown dan  pengamanan oleh setiap desa

“Kita stoplah pembangunan fisik 1 tahun  ini jika tidak mau rakyat  Indonesia mati sia-sia. Stop otak orang-orang yang masih ingin memetik program impor alkes di tengah bencana ini,”pungkasnya.(sm)









loading...