Tausiah Jumat, SAH Berbicara Harmonisasi Islam Dan Pancasila



Jumat, 28 Februari 2020 - 07:13:46 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) memberi pandangannya terhadap Islam dan Pancasila.

Menurutnya dalam Pancasila, tidak ada sila-sila yang dapat menjerumuskan ke dalam sistem kesyirikan atau ke-thagut-an. Coba perhatikan baik-baik lima sila dalam Pancasila. Semuanya merupakan pesan-pesan yang bersesuaian dengan nilai universal Islam.

"Saya pikir tidak ada yang perlu dipertentangkan antara syariat Islam dan Pancasila, kesemuanya inheren dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam, dan keberagaman ini juga menjadi pesan dalam Al Qur'an," ungkap SAH ketika menghadiri majelis Jumat (27/2) kemarin. 

Bahkan menurut Bapak Beasiswa Jambi itu, para pemikir Islam seperti al-Ghazali, as-Syatibi, Izzudin bin Abd Salam, al-Qaffal, Ibnu Asyur, Allal al-Fasi, ar-Raysuni dan lain-lain, ketika membandingkan semangat nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 45 dengan nilai-nilai universal Islam lewat kacamata pemikiran mereka, niscaya kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa kedua dasar negara ini sesuai dengan maqasid syariah.

Seperti sila pertama, ke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Sila ini dulu menjadi perdebatan yang hangat di kalangan pendiri bangsa. Dulu sebutannya ialah "ketuhanan dengan menjalan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" atau sering juga disebut sebagai Piagam Jakarta. Namun karena ada ketidaksetujuan di sana-sini, sila ini kemudian diubah menjadi ‘ke-Tuhan esa', ini bentuk kompromi kita sebagai satu bangsa.

Sehingga menurut pria yang akrab disapa SAH itu Islam dan Pancasila tidak perlu dipertentangkan, karena inilah yang menjadi pondasi kekuatan NKRI.(*/sm)

 









loading...