Warga Terjun Gajah Blokir Jalan, Petrochina Dinilai Ingkar Janji



Jumat, 14 Februari 2020 - 15:13:28 WIB



JAMBERITA.COM- Konflik lahan kembali mencuat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Upaya perundingan yang tak kunjung menemui kata sepakat antara pihak perusahaan dengan masyarakat akhirnya berujung pada pemblokiran jalan oleh warga Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat.

Aksi pemblokiran jalan diawali dengan aksi unjuk rasa yang digelar di perlintasan Jambi Tungkal, tepatnya di Simpang Abadi, pada Kamis (13/2/20).

Para pendemo memblokir kendaraan perusahaan PetroChina. Karena mereka merasa tuntutan pegusuran lahan seluas seperempat hektare yang dilakukan pihak perusahaan Petrochina Jabung Ltd, tak kunjung ada titik terang.

Pasalnya, sebelumnya pihak perusahaan menjanjikan ganti rugi terhadap lahan yang digusur, tidak kunjung terealisasi.

Mulyadi salah seorang warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, ia mengaku sudah melakukan enam kali pertemuan dengan pihak perusahaan prihal proses penggantian lahan yang digusur, namun masih nihil hasilnya sampai saat ini.

Akibat demo dan pemblokiran tersebut, mobil perusahaan PetroChina tidak ada satu pun yang melintas di jalur jalan yang dihadang oleh para pendemo.

Akhirnya, pihak PT PetroChina melakukan musyawarah dengan para pendemo yang di gelar di Aula Kantor Desa.

Didalam pertemuan dimana warga bertatap muka langsung pihak perusahaan guna mencari solusi. Musyawarah yang didampingi oleh Camat Betara Toni Ermawan Putra, Kapolsek Betara AKP. S. Harefa, Anggota DPRD Tanjabbar, Dapil Betara Hasan Basri Harahap, perwakilan Petrochina, Kades Terjun Jaya, Babinsa, dan Ketua Adat itu lagi lagi tidak menemukan solusi. Pihak perusahaan dinilai warga selalu berkelit

”Kita sudah mediasi enam kali pertemuan namun tidak ada realisasinya," ungkap Mulyadi, kecewa bersama warga lainnya.

Ditambahkannya, kerusakan lahan yang digusur oleh pihak perusahaan di lahan tersebut ada jenis tanam tumbuh seperti sawit puluhan batang dan beberapa jenis tanaman lainnya.yang sudah berusia kurang lebih 25 tahun.

” Kita sudah lakukan permintaan ganti rugi kepada pihak perusahaan, tapi sampai saat ini hanya janji saja. Dari aksi demo hari ini pun tidak ditememukan kata sepakat, sehingga warga kami mengancam akan melakukan demo lanjutan. Demo kedua nanti kita akan turun bersama melakukan demo kembali dengan menggendeng 12 desa yang ada di kecamatan Betara Ini,” kata Mulyadi.

Sementara Hasan Basri Harahap sesepuh Desa sekaligus anggota DPRD Tanjab Barat, mengatakan jika pihak PetroChina masih mengulur-ngulur permasalahan ini, maka warga setempat yang terdiri dari Warga Terjun Gajah dan sekitarnya akan melakukan aksi demo susulan yang lebih besar lagi.

”Jadi tidak menutup kemungkinan demo yang kedua nanti ke PetroChina," kata Hasan Basri Harahap kepada wartawan.

"Kemungkinan akan ada dua belas desa yang akan turun ikut unjuk rasa,” tandasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT








loading...