Pelaku Penista Agama Berhasil Diringkus Polres Tanjabtim, Ini Pengakuan Tersangka



Selasa, 28 Januari 2020 - 17:38:03 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Tersangka kasus penistaan agama yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Tanjabtim akhirnya berhasil diringkus pihak Polres Tanjabtim, Senin (27/01/20). Sebelumnya tersangka yang berinisial ED alias DSD (19) yang beragama non muslim ini sempat buron dan berpindah-pindah tempat untuk menghindar dari tangkapan petugas.

Hari ini, Selasa (28/01/20), pihak Polres Tanjabtim menggelar konferensi pers yang bertempat di Aula Rang Kayo Hitam. Tersangka yang berasal dari Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara ini sebelumnya sempat bekerja sekitar Satu tahun di PT. Gemilang yang berlokasi di Kecamatan Muara Sabak Barat, sebelum akhirnya melarikan diri akibat ulahnya memposting kalimat yang bernuansa penistaan agama di jejaring sosial Facebook.

Konferensi pers ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjabtim AKBP Deden Nurhidayatullah, SIK, SH dan didampingi oleh Sekda Tanjabtim Sapril, S.Ip serta dihadiri juga oleh perwakilan Dinas Kesbangpol, MUI, Ketua FKUB Drs. Sarifuddin dan Kabag Hukum Setda Tanjabtim M. Idris.

Kapolres Tanjabtim mengatakan, setelah pihaknya menerima laporan atas kasus penistaan agama ini, anggota langsung bergerak untuk memburu tersangka yang sempat berpindah-pindah tempat persembunyiannya.

"Setelah 8 hari kita lakukan pengejaran, akhirnya tersangka berhasil kita amankan. Selama pelariannya, menurut informasi yang didapat tersangka sempat singgah di beberapa lokasi seperti PT WKS, Kecamatan Mendahara Ulu, PT EWF," ujarnya.

Dalam kegiatan ini beberapa barang bukti diperlihatkan, seperti screenshot postingan di Facebook tersangka yang berisikan kalimat yang mencela umat muslim dan satu unit Handphone milik tersangka yang digunakannya untuk memposting kalimatnya tersebut di media sosial.

"Tersangka berhasil kita amankan di Desa Rukam, Kecamatan Muaro sebo, Kabupaten Muaro Jambi, tanggal 27 Januari 2020 kemarin setelah sebelumnya sempat buron dan sering berpindah-pindah tempat," ungkapnya.

Tersangka telah melanggar pasal 28 ayat 2, juncto pasal 54 ayat 2, undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman Enam tahun penjara dengan denda Satu Miliar Rupiah.

"Saat ini proses penyelidikan sudah dimulai dan berita acara sudah dilaksanakan. Kami dari pihak Kepolisian serta Pemerintah Daerah dan unsur FKUB berharap kasus ini bisa segera selesai. Untuk seluruh lapisan masyarakat agar jangan mudah terpancing isu-isu yang menyimpang. Serahkan semua proses hukum terkait masalah ini kepada kami," jelas Kapolres.

Kasus ini berawal dari grup internal di Facebook. Dalam grup itu sempat terjadi percakapan dan perdebatan, selanjutnya tersangka memposting tulisan yang berisikan penistaan agama. Postingan tersangka selanjutnya di upload oleh seseorang yang membuat kasus ini menjadi viral dan selanjutnya menuai banyak hujatan dari masyarakat.

"Nanti kita akan melakukan gelar perkara selanjutnya terkait siapa yang menyebarkan isi postingan tersangka," papar Kapolres.

Kapolres menambahkan, terkait permasalah yang terjadi saat ini pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk jadikan ini semua sebagai pembelajaran agar kedepannya lebih berhati-hati serta lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial.

"Saat ini seluruh kegiatan di media sosial sudah bisa terpantau dan sanksi hukum terkait penyalahgunaan media sosial sudah ada. Jadi untuk seluruh masyarakat harus teliti lagi dalam memposting sesuatu ke sosial medianya," terang Kapolres.

Selanjutnya, Sekda Tanjabtim Sapril dalam sambutannya mengatakan, Pihak Pemerintah Daerah memberikan apresiasi atas keberhasilan pihak Polres Tanjabtim yang telah berhasil mengungkap dan melakukan penangkapan tersangka penistaan agama ini.

"Kami serahkan semua proses hukumnya kepada pihak Polres Tanjabtim untuk menyelesaikan kasus ini sampai dengan pengadilan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Kami dari pihak Pemkab Tanjabtim juga menghimbau kepada masyarakat Tanjabtim untuk selalu menjaga situasi di Tanjabtim agar tetap kondusif dan jangan mudah terprovokasi," ujar Sekda.

Sementara itu, ketua FKUB Tanjabtim Drs. Sarifuddin saat di wawancara di sela-sela kegiatan ini mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kesigapan pihak Polres Tanjabtim dalam menindaklanjuti kasus penistaan agama yang sempat viral di Kabupaten Tanjabtim.

"Kami menghimbau kepada masyarakat, benar-benar lah dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai akibat kelalaian kita, nantinya bisa menimbulkan kisruh dan jangan sampai menghina siapa pun. Kita harus menjaga kondisi Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung ini agar tetap tentram dan kondusif," jelasnya.

Dalam kegiatan konferensi pers ini, tersangka sempat mengutarakan permintaan maafnya kepada seluruh umat muslim atas tindakan fatal yang telah dilakukannya yang menyebabkan tersangka tersandung kasus hukum seperti ini.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, karena status saya telah menyinggung banyak orang terutama umat islam. Saya terpancing emosi akibat melihat postingan di grup Facebook Dilan 1991 yang berisikan hinaan dan ejekan terhadap agama terus menerus, makanya saya terpancing untuk memposting kalimat yang saya buat. Tetapi saya tidak ada maksud lain," pungkas tersangka (hrd)









loading...