RSUD Nurdin Hamzah Masih Kekurangan Dokter Spesialis



Senin, 16 Desember 2019 - 10:37:25 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Dokter spesialis sangat penting keberadaannya di suatu pusat kesehatan di setiap daerah, salah satunya dokter spesialis anak. Akan tetapi hal tersebut masih menjadi problem yang dihadapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Sebab, hingga kini rumah sakit plat merah tersebut masih belum memiliki dokter spesialis anak.

Dr. M. Nasrul Felani selaku Direktur RSUD Nurdin Hamzah mengatakan, dokter yang ada saat ini diantaranya 3 orang dokter spesialis penyakit dalam, 2 orang dokter spesialis kandungan, 1 orang dokter spesialis paru - paru, 1 orang dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT), 1 orang dokter spesialis bedah dan 10 orang dokter umum.

Sementara untuk dokter kontrak, RSUD ini memiliki dokter kontrak spesialis mata, spesialis poligenik dan spesialis radiologi.

Nasrul Felani menjelaskan, jumlah dokter untuk kebutuhan tim medis di rumah sakitnya masih belum ideal, sebab RSUD ini masih belum memiliki dokter spesialis anak.

"Kita belum bisa bekerjasama dengan dokter anak dengan dokter teologi, karena terkendala dengan perizinan dari rumah sakit tempat mereka bekerja. Sebab ada edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, bahwa dokter ASN tidak boleh berpraktek di luar rumah sakit pada saat jam kerja ASN," ujarnya.

Selanjutnya, Nasrul mengungkapkan, berbagai cara telah dilakukan pihaknya untuk memenuhi kebutuhan akan dokter spesialis anak, salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi untuk dapat memfasilitasi dokter anak supaya bisa masuk ke RSUD Nurdin Hamzah.

Selain itu, Nasrul juga telah menjalin komunikasi yang inten dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia wilayah Jambi dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang Jambi.

Awalnya, RSUD Nurdin Hamzah mendapatkan satu orang bantuan dokter spesialis anak yang bisa masuk tiga kali kunjungan dalam seminggu, sayangnya meski surat tugasnya keluar dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, namun rumah sakit tempat dokter yang bersangkutan bekerja tidak memberikan izin.

"Alhamdulillah setelah saya berkoordinasi lagi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang Jambi, akhirnya kita sudah mendapatkan dokter anak yang bisa bekerja di sini pagi. Tetapi masuknya hanya bisa seminggu sekali," pungkasnya. (ipn)




Tagar:

# TANJABTIMUR





loading...