Harga Terus Melorot, Petani Kopi Harapkan Campur Tangan Pemerintah



Selasa, 19 November 2019 - 11:30:15 WIB



JAMBERITA.COM - Sempat melambung harganya mencapai puluhan ribu per kg. Kini secara perlahan harga komoditas Kopi Liberica di Tanjab Barat melorot ke harga belasan ribu per kg.

Sejak setahun terakhir, harga kopi kering di Kabupaten Tanjabbarat mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Bahkan turunnya harga kopi ini mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 17 ribu perkilogramnya.

Pada awalnya para petani kopi liberica di Tanjabbarat sempat menikmati harga kopi yang cukup menguntungkan yakni di kisaran angka Rp 40.000 ribu perkilogramnya.

Namun kini, harga kopi tak lagi menggembirakan hanya dihargai Rp 12.500 per-kilogram. Kondisi ini tentu membuat petani kopi di Tanjabbar, khususnya di Kecamatan Betara melesu.

Seperti diungkapkan Arfan (35), salah seorang petani Kopi Desa Mandala Jaya, jika harga kopi saat ini mengalami penurunan harga yang signifikan jika dibandingkan dengan harga tahun lalu.

"Sekitar sethun lalu harga kopi kering dijual dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya. Namun saat ini harga kopi turun drastis jadi Rp 12 ribu lebih perkilogramnya," ungkap Arfan, Selasa (19/11/19).

Arfan mengaku tidak tahu pasti apa penyebab turunnya harga kopi saat ini. Katanya, saat ditanya dengan para tengkulak turunnya harga kopi saat ini dikarnakan banyaknya pasokan kopi dipetani hingga ada beberapa Provinsi yang ada saat ini lagi melakukan panen serentak.

Keluhan warga ini juga diungkapkan Kepala Desa Mandala jaya, Suhaili, kepada wartawan ia menguatarakan, akibat murahnya harga kopi saat ini membuat kebanyakan membuat para petani kopi mengeluh. Bahkan warga desa tidak lagi bersemangat untuk menanam kembali kopi-kopi milik mereka yang sudah tua.

Menurutnya, hal ini mengingat harga upah tanam dan upah panen saat ini tidak lagi sebanding dengan harga jual.
Suhaili dan para petani kopi lain berharap bantuan pemerintah setempat agar dapat kembali menstabilkan harga.

"Ya kalau bisa ada solusi dari pemerintah, harapan saya mewakili para petani harga kopidistabilkan lagi diangka Rp 40 ribu perkilogramnya," harap Kades diamini oleh warga.

Tidak hanya di Desa Mandala Jaya, nasib serupa juga dirasakan petani kopi di Kelurahan Mekar Jaya.

"Nasib petani saat ini tidak sesemerbak aroma kopi. Harus ada keseriusan pemerintah daerah untuk menaikkn hrga ini," ujar Yumi warga Mekar Jaya, berharap campur tangan pemerintah. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT








loading...