Beda Dengan Bappeda, Fauzi Syam Sebut Eks Angso Duo Jambi Bukan Untuk RTH



Senin, 18 November 2019 - 17:22:06 WIB



JAMBERITA.COM - Fauzi Syam mantan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi yang diminta mendampingi PT.SPP menyatakan lahan eks Angso Duo bukan diperuntukkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Fauzi Syam sendiri, kini menyandang profesi sebagai Dosen Bagian Hukum Administrasi Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA).

"Saya sudah mempelajari rencana tata ruang kota, kalau tidak salah Perda nomor 10 tahun 2013 di wilayah itu bukan wilayah Ruang Terbuka Hijau (RTH), saya sudah baca," ungkapnya waktu lalu, Jum'at (15/11/2019).

Fauzi menyatakan bahwa eks Angso Duo lahan milik Pemprov Jambi itu bukan untuk RTH akan tetapi untuk pusat perdagangan barang dan jasa karena termasuk dalam BWK1.

"Kalau ada misalnya pernyataan atau statement bahwa itu RTH dalam Perda kota Jambi itu keliru," ujarnya.

Kendati demikian, kalau ada kebijakan pemerintah mau merubah Perda yang akan diperuntukkan RTH itu bisa saja benar.

Akan tetapi Perda yang berlaku untuk sekarang sebenarnya untuk pusat perdagangan barang dan jasa.

"Jadi ada rencana, tapi belum merubah Perda. Tapi sepanjang Perdanya belum berubah, haruslah kita hormati bahwa peruntukannya saat ini (eks Angso Duo) untuk Perdagangan dan jasa, kan bisa kita lihat sebelahnya ada pasar Angso Duo," terangnya.

Selanjutnya mengenai adanya informasi bahwa PT SPP sudah mulai mengincar lahan eks Angso Duo dan sudah menggelar pertemuan bersama PUPR Provinsi Jambi untuk mengajukan ikut lelang, Fauzi menyatakan, bisa melalui dua cara yang berdasarkan Permendagri nomor 19 tahun 2016.

"Bisa prakarsa pemerintah, bisa prakarsa dari badan usaha, boleh mengajukan prakarsa.Kalau pemerintah yang punya prakarsa, mekanismenya lain lagi.Untuk prakarsa badan usaha siapapun boleh mengajukan, tetapi prinsipnya tetap tender," jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi Doni Iskandar mengatakan jika mengacu pada amanat tata ruang eks Angso Duo itu diperuntukkan RTH.

"Kenapa ruang terbuka hijau, kota Jambi tidak ada ruang terbuka hijau, kurang masih, cuma ada 9 persen dari amanat 30 persen," katanya saat dikonfirmasi jamberita.com setelah Ia dari Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (30/10/2019).

Kedua, konsep ruang terbuka hijau itu adalah ruang terbuka untuk publik bertemu dan berkumpul bersama keluarganya, jadi apabila dibangun seperti mall atau hotel maka itu akan menjadi ruang privat (Pribadi).

"Kenapa diberikan kepada publik,? secara psikologis publik memang harus punya ruang untuk bertemu, berkumpul segala macam melalui ruang terbuka hijau, berdasarkan regulasi nya," jelasnya.

Doni Radja sapaan akrabnya menambahkan, Apabila eks Angso Duo itu memang harus dibagun maksimum hanya diperbolehkan sekitar 20 persen dari luas tanah dan mengacuh pada Menpupr nomor 5 tahun 2008.

"Tapi kalau di bangun hijau 100 persen jugo boleh, tanaman, taman atau segala macam, itu ada aturannya," pungkasnya.(afm)










loading...








TP PKK Tanjabbar Gelar Rakor Tahun 2019

TP PKK Tanjabbar Gelar Rakor Tahun 2019

Jumat, 06/12/2019 16:34:40