Dewan Pertanyakan Kesiapan Pembangunan Fly Over Di Simpang Mayang Jambi



Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:56:01 WIB



JAMBERITA.COM- Fraksi Demokrat sekaligus Ketua Komisi III Ahmad Fauzi Ansori mempertanyakan perisapan pembangunan Fly Over yang diwacanakan Pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi.

"Kami mempertanyakan kembali sejauh mana kesiapan secara teknis termasuk pembebasan lahannya juga," ungkapnya setelah rapat paripurna tentang RAPBD TA 2020 di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (23/10/2019).

Menurut Fauzi berdasarkan informasi yang mereka peroleh ada persoalan dengan pembebasan dan penolakan oleh masyarakat yang memiliki lahan di area pembangunan, jangan nanti anggaran sudah dialokasikan dan setujui oleh DPRD ternyata pembangunan tidak bisa dilaksanakan.

Oleh karena itu akan mereka dalami nanti di komisi III. "Sayang uang kan di tengah-tengah kita mengalami defisit hari ini," katanya.

Adapun rencana anggaran yang disiapkan yaitu sebesar Rp198 Miliar, sementara rencana waktu lalu kata Fauzi anggarannya tidak sampai segitu, untuk itu pihaknya ingin meminta penjelasan kenapa terjadi perubahan rencana pembangunan dari perencanaan awalnya, terutama dari besaran alokasi anggaran.

"Kok bisa naik itu sangat-sangat singnifikan dan apakah sudah ada study Amdalnya.? Dari 1,3 KM sekarang kan menjadi 600 Meter, single trek jadi double trek, apakah sudah dilakukan rekayasa lalu lintas pada ruas jalan.? Untuk itu fraksi Demokrat mohon penjelasan pemerintah," jelasnya.

Bukan berarti mereka dari Fraksi Demokrat tidak menyetujui rencana pembangunan itu, hanya saja ingin mendapatkan penjelasan lebih jauh dari Dinas PUPR. "Jangan nanti Rp198 M tidak terserap, itu banyak lho uangnya 1 tahun, belum lagi tendernya gimana," tandasnya.

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) anggota DPRD Provinsi Jambi Rusli Kamal juga menyatakan terkait rencana pembangunan fly over di daerah Simpang Mayang Kota Jambi itu.

"Menurut fraksi kami pembangunan tersebut belumlah mendesak dan sebaiknya ditunda," paparnya. Itu mengingat waktu efektif hanya satu tahun lagi, sementara persyaratan lokasi pembangunan membutuhkan negosiasi baik dari segi perizinan dengan masyarakat sekitar, maupun hal teknis lainnya.(afm)







loading...






JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

Jumat, 05/06/2020 17:00:33