Optimis Diusung PKS Karena Kader Internal, Usman Ermulan Jual Strategi Naikkan Harga Karet



Rabu, 09 Oktober 2019 - 19:20:16 WIB



Usman Ermulan
Usman Ermulan

JAMBERITA.COM-  Mantan Bupati Tanjab Barat yang kini menjadi salah satu kader PKS jelang pemilu  lalu ini optimis bakal diusung partai berbasis islam ini. Bahkan mantan Anggota DPR RI dari Partai Golkar ini sudah memiliki program khusus yang akan dijualnya jika menjadi calon gubernur (cagub). Salah satunya starategi menaikkan harga karet.

Dalam konfrensi persnya pada Selasa (10/10/2019), Usman mengatakan jika dirinya optimis diusung PKS karena menjadi satu-satunya kader internal yang maju di Pilgub Jambi. “Makanya saya tidak ada mendaftar di partai lain. Biarkan partai yang menentukan bagaimana selanjutnya. Nomor satu atau nomor dua itu terserah partai,” kata Usman yakin.

Menurutnya, jika nantinya dipercaya maju di Pilgub, salah satu yang bisa dilakukannya jika terpilih adalah strategi menaikkan harga karet. “Karena kalau karet naik, petani akan sejahtera, jika petanis ejahtera, dia akan belanja, pasar ramai, ekonomi tumbuh,” kata Usman.

Sebagai Ketua HKTI, Usman memahi betul persoalan yang dialami khususnya petani karet. “Saya ketua HKTI provinsi Jambi. Jambi penghasil karet terbesar kedua di Sumatera setelah Sumsel. 263 ribu KK yang hidup dari karet. Jika harga karet meningkat, daya beli masyarakat akan meningkat, pasar akan ramai tidak lengang seperti sekarang disamping juga sawit,” katanya.

Namun ini ada pengaruh dari pasar internal karet. Oleh karenanya kualitas karet harus ditingkatkan, kualitas karet kita rendah. Maka Pemerintah harus dilakukan penyuluhan agar kualitas bersih dan bagus. Tidak bisa hanya pidato saja dan buat Perda. Tata Niaga karet juga sekarang cukup panjang. Di seputar karet pernah 6.500 per kilo tapi dipotong lagi 10 persen. Sedangkan harga dari internasional 17.500. Jadi selisihnya 160 persen. Ini merugikan petani. “Jelas harus dibuatkan Perda dan harus dimonitor. Bersihkan karet, pemda harus turun dan lihat di lapangan,” jelas Usman.

Di tengah kadang karet harus ada UPPB. Sekarang hilangnya 10 ribu lebih karena mata rantai. Makanya harus ada UPPB itu. Pemrintah harus membentuk BUMD untuk menjaga stabilitas harga. Hilirisasi karet juga harus jadi perhatian. Pemerintah harus hadir soal pemasarannya. Misalnya gandeng PTP. Didorong karet agar menjadi barang setengah jadi.

“Misalkan kompon untuk vulkanisir mobil, kita beli di medan. Padahal kita penghasil karet. Dorong juga agar ada pabrik ban di Jambi. Kasih tanah sama investor, tanyakan apa kebutuhan investor, jangan dipersulit pasti investor akan lari. Kelompok tani dan BUMDes harus sudah didampingi dan dibina agar bisa maju. Kita harus kerja. Jangan buat peraturan saja bisanya. Harus dikontrol. Perlu replanting 111.500 hektar kebun karet agar ada continuitas. Maka perlu akademisi tampil dalam hal ini. Ini akan kita laksanakan kalau dapat mandat dari rakyat,” lanjutnya.(sm)







loading...






JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

JA Bacok Pantat Tukang Urut Sampai Robek

Jumat, 05/06/2020 17:00:33