Terbukti Tunjang Ekonomi Masyarakat, Yunninta Siapkan Program Budidaya Jengkol Unggul



Sabtu, 21 September 2019 - 08:09:35 WIB



JAMBERITA.COM- Berdasarkan penelitian ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) lahan di kabupaten Batanghari cocok untuk ditanami dua varietas jengkol unggul asal pesisir selatan Sumatera Barat yakni varietas Bareh dan Lokan.

Melihat besarnya peluang ekonomi yang bisa diperoleh masyarakat dari Budidaya Jengkol Unggul ini, salah satu calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH dalam visi Inovasi Batanghari Unggul (IBU) akan merancang program menanam 10.000 batang bibit jengkol terenak yang berasal dari indukan bersertifikasi.

Pernyataan ini disampaikan juru bicara Yunninta Center Ahmad Raihan di Muara Bulian (19/9) kemarin.

Menurutnya tidak ada yang aneh dari program budidaya jengkol unggul yang dirancang Visi ibu Yunninta, karena secara ekonomi jengkol sangat menguntungkan untuk dibudidayakan.

Banyak daerah yang kini beralih menjadikan ini sebagai Budidaya prioritas, seperti pesisir selatan dan Jawa. "

"Secara ekonomi budi daya Jengkol sangat menguntungkan di banding sawit, bahkan jengkol sangat bagus untuk menjaga lingkungan dan kesuburan tanah, sehingga jika Jengkol Unggul ini bisa dibudidayakan di Batanghari, akan sangat membantu ekonomi warga dan mengerakan industri rumah tangga dengan produk olahannya," jelasnya.

Apalagi varietas yang akan dikembangkan dalam rencana Batanghari Unggul merupakan jengkol terenak se-Indonesia karena keduanya menghasilkan buah jengkol yang memiliki kadar amilosa rendah dibanding jengkol lainnya.

Kadar amilosa yang rendah ini membuat pengosumsinya berisiko kecil mengalami sakit perut serta daging buahnya lebih renyah.

Dimana varietas ini berhasil dikembangkan di Kampung Gunung Pungguk, Nagari Tanah Bakali Air Pura, lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan lintas Sumatera ruas Padang-Bengkulu. Sekarang masyarakat tidak lagi terlalu bergantung pada hasil sawit da. Karet, ini yang akan digagas oleh visi Batanghari Unggul, tandasnya.

" Sebagai ilustrasi kasar harga di kebun per karung bisa mencapai ratusan ribu, tanpa pupuk dan biaya perawatan, satu batang bisa 30 karung, dan pembeli nya dimana - mana," ungkapnya.

Kendati harganya mahal, Aan optimis jengkol tetap laris manis, sehingga sangat baik jika kita Budidayakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Batanghari.(*/sm)







loading...