SMP Islam Asy’ariyah Produksi Pupuk Organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (POTKKS)



Kamis, 05 September 2019 - 16:10:35 WIB



Siswa sedang melakukan proses pencampuran bahan utama tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dengan sekam padi, kotoran ayam dan pasir bangunan serta pelembaban dengan penambahan Ectiviti Mikroorganisme (EM4)
Siswa sedang melakukan proses pencampuran bahan utama tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dengan sekam padi, kotoran ayam dan pasir bangunan serta pelembaban dengan penambahan Ectiviti Mikroorganisme (EM4)

MUARO JAMBI - Salah satu permasalahan yang terjadi di daerah-daerah yang menjadi penghasil kelapa sawit di Indonesia seperti Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, maupun beberapa daerah di Provinsi Papua. Yaitu semakin banyak nya pabrik pengolahan buah kelapa sawit  juga semakin banyak sampah/ limbah yang menumpuk tandan kosong kelapa sawit (TKKS), karena belum diolah kembali untuk menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi tanaman lainnya.

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan salah satu jenis limbah padat yang dihasilkan dalam industri minyak sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang masih segar harus dilakukan pengomposan terlebih dahulu dengan jangka waktu 3-4 minggu dengan cara membiarkan saja tandan kosong kelapa sawit (TKKS) di tempat terbuka dengan menumpuk tandan kosong kelapa sawit (TKKS) membentuk gunungan. Kandungan yang terkandung pada kompos kelapa sawit yaitu selulosa (40-60 %), disamping komponen lain yang jumlahnya lebih kecil seperti hemiselulosa (20-30 %), dan lignin (15-30 %).

Pengomposan adalah proses biologis dimana mikroorganisme mengkonversi material organik menjadi kompos. Pengomposan dinominasi oleh proses aerob atau proses yang membutuhkan oksigen. Mikroorganisme memakai O2 untuk mendapatkan energi dan nutrisi dari material organik. Dalam proses tersebut mereka menghasilkan karbon dioksida (CO2), air, panas, kompos dan bermacam-macam gas sebagai produk dari dekomposisi material organik. Kadar hara kompos tandan kosong kelapa sawit mengandung N total (1,91%), K (1,51%), Ca (0,83 %), P (0,54 %), Mg (0,09%), C- organik (51,23%), C/N ratio 26,82 %, dan pH 7,13 . Hasil analisis kadar hara kompos tandan kosong kelapa sawit yang dilakukan dalam penelitian ini adalah N (3,62%), P (0,94%) dan K (0,62%) (Fauzi, 2008).

Untuk hasil produksi kompos TKKS siswa SMP Islam Asy’ariyah (tidak berbau, mengandung unsur hara organik optimal tanpa campuran kimia) secara referensi dan literatur serta pengalaman aplikasi di lapangan atau lahan sekolah memiliki keunggulan untuk meningkatkan penyerapan unsur hara, kandungan kalium yang tinggi ditandai dengan pertumbuhan akar dan perkembangan tanaman cukup tampak baik, tanpa penambahan starter dan bahan kimia, memperkaya unsur hara yang ada di dalam tanah, dan mampu memperbaiki struktur sifat fisik, kimia dan biologi.  

Biasanya masyarakat setempat memanfaatkan  tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai alternatif pupuk kimia yang sudah diolah atau dikemas degan harga yang mahal, salah satu alasan siswa SMP Islam Asy’ariyah  memilih tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan utama pupuk organik karena bahan tersebut mudah didapat dan jarak ke pabrik kelapa sawit (PT. PJS Suka Damai) pun cukup dekat dan untuk efek ke tanaman pun cukup baik  serta ditinjau dari faktor ekonomi dan biaya yang  cukup terjangkau.

Informasi lebih lanjut dapat berkunjung langsung ke SMP Islam Asy’ariyah Jalan Jambi Palembang Km. 38 Desa Ibru Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Muttaqin Ibru.

 

Dilaporkan Oleh M. Anggoro Kasih, S.P

 










loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi