PPATK Ungkap Ribuan Transaksi Keuangan Mencurigakan, Paling Banyak Terjadi di Kota Jambi dan Bungo



Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:54:08 WIB



JAMBERITA.COM- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ribuan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) di Provinsi Jambi. Dimana transaksi paling banyak terjadi di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo.

Ini disampaikannya saat diskusi dan sharing information yang dilakukan di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi Kamis (22/8/2019).

"Transaksi mencurigakan paling besar terjadi di Jambi di Kota Jambi dan di Kabupaten Bungo," kata Muhammad Sigit, Deputi Bidang Pencegahan PPATK. 

Dia menguraikan, bahwa LTKM yang diterima PPATK sejak tahun 2003 hingga Juni 2019, secara nasional sebanyak 396.027 LTKM. 

Sementara untuk wilayah Provinsi Jambi sebanyak 2.302 LTKM atau sebesar 0,58 persen  secara nasional. Di Kota Jambi, sebanyak 1964 LTKM atau sebesar 85,4%  untuk wilayah Provinsi Jambi. 

 "Secara nasional posisi Jambi menduduki ranking 18 berdasarkan LTKM dengan jumlah 2.302 LTKM dan mayoritas transaksi dilakukan di Kota Jambi sebanyak 1964 transaksi dan Kabupaten Bungo  sebanyak 86 transaksi atau 3,7 persen," urai mantan pejabat di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini. 

 Berdasarkan dugaan tindak pidana asal LTKM Jambi berasal dari penipuan sebanyak 621 LTKM atau 54 persen,  korupsi 292 LTKM atau 25 persen, suap 59 atau 5 persen, Narkotika 41 LTKM atau 4 persen, Judi 33 atau 3 persen, tindak pidana bank 24 LTKM atau 2 persen, dan tindak pidana lainnya sebanyak 16 LTKM atau sebesar 2 persen. 

"Berdasarkan LTKM profil pelapor sebanyak 96, 0 persen adalah perorangan dengan profl utama pengusaha atau sebanyak 530 LTKM, PNS sebanyak 459 LTKM,  pegawai swasta sebanyak 381 LTKM, dan pedagang sebanyak 151 LTKM," sebutnya. 

Dia menerangkan, bahwa laporan transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) yang diterima oleh PPATK, tidak serta merta dapat diartikan bahwa transaksi tersebut pasti berindikasi tindak pidana. Akan tetapi laporan tersebut dapat menjadi peringatan dan trigger untuk selanjutnya perlu dilakukan pendalaman berupa analisis dan pemeriksaan oleh PPATK dalam rangka menemukan ada tidaknya indikasi tindak pidana asal dan /atau tindak pidana pencucian uang. 

 "Yang berujung pada produk PPATK berupa Hasil Analisis (HA) dan Hasil Pemeriksaan (HP) yang disampaikan kepada aparat penegak hukum yang berwenang," ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan, laporan transaksi keuangan paling mencurigakan yang pernah terjadi di Provinsi Jambi bernilai hingga Miliaran rupiah. 

"Transaksi keuangan mencurigakan paling tinggi di Jambi yang pernah terjadi dan ditemukan itu mencapai Rp27 miliar lebih. Yang paling banyak transaksi 70 persen atau 1.600 LTKM itu di bawah Rp100 juta. Kemudian Rp100 sampai Rp1 miliar ada 600 LTKM. Yang paling banyak perdagangan," tandasnya. (*/sm) 

 










loading...