Pemasangan Pipa Rampung, Revitalisasi Air Bersih di Tanjabbar Hampir Sempurna



Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:33:15 WIB



JAMBERITA.COM, TANJABBAR - Terkoneksinya semua pipa sepanjang 80 kilometer dari Teluk Pengkah, menuju Parit Panting, terhitung sejak, Rabu (14/8/2019) lalu, menandai segera berakhirnya krisis air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Usaha keras Pemkab Tanjab Barat melalui Dinas PUPR Tanjabbar menembakkan air dari Teluk Pengkah, Tebing Tinggi menuju Parit Panting, Bram Itam sebagai tujuan akhir pemasangan instalasi pipa intake air bersih berjalan mulus.

Dinas PUPR Tanjab Barat merampungkan pemasangan instalasi mega proyek intake pipanisasi tersebut harus diakui tidak berjalan mudah. Berbagai kendala dihadapi tim yang dibentuk Dinas PUPR Tanjabbar melalui Bidang Cipta Karya.

Mulai dari temuan banyaknya pipa yang bocor akibat terkena alat berat oleh beberapa perusahaan di sekitar lokasi pemasangan pipa hingga hal nonteknis lainnya yang bersinggungan dan berbenturan dengan kepentingan masyarakat.

"Ya, dengan semua kendala yang kita temui di lapangan, dan tidak sedikit kritikan. Semua menuntut kesabaran tim selama bekerja. Kami kerja siang malam dan kadang harus menginap di lokasi. Tapi harus kami akui ini tidak mudah. Dan alhamdulillah hasilnya seperti yang kita lihat hari ini," kata Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat, H Andi Achmad Nuzul melalui Kabid Cipta Karya, Syafrun, Selasa (20/8/2019).

Dengan berhasil ditembakkannya air dari Tebing Tinggi menuju Parit Panting, maka tahapan berikutnya menjadi berjalan sedikit lebih mudah.

Pipa yang saat ini sudah menjulur dari Tebing Tinggi dan siap menembakan air tersebut akan dikoneksikan dengan pipa PDAM yang sudah standby pada sumber air baku di Parit Panting, dan untuk selanjutnya dialirkan ke tiap-tiap rumah konsumen PDAM di dalam Kota Kualatungkal dan sekitarnya.

Seperti diketahui, untuk Tebing Tinggi sendiri saat ini masyarakat setempat hampir selama satu tahun mengandalkan air dari pipa intake untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara air dari reservoir induk di Tebing Tinggi seperti diketahui sudah terkoneksi dengan baik ke pipa pipa pelanggan PDAM Tirta Pengabuan.

Alhasil, hampir 500 pelanggan PDAM di Tebing Tinggi dan sekitarnya tidak lagi mengeluhkan krisis air bersih.

Secara perlahan masyarakat setempat sudah mulai perlahan meninggalkan penggunaan sumur bor, mengingat tingginya biaya listrik yang harus dikeluarkan selama mengoperasikan sumur bor.

"Dengan selesainya pemasangan instalasi pipa ini, artinya secara beban kerja dan tanggungjawab dari Dinas PUPR sudah rampung. Khususnya terkait pemasangan instalasi dan reservoir," jelas Syafrun.

Selanjutnya hak dan kewajiban pengelolaan air beraih berpindah tangan jadi hak dan tanggungjawab pengelola PDAM Tirta Pengabuan.

"Resmi pindah tangan ke PDAM setelah tahapan proses serah terima nanti," tambah Syafrun.

Namun, sebelum proses serah terima, kata Syafrun, tim nya di lapangan sesuai petunjuk Bupati Safrial dan Kadis PUPR Andi Nuzul, tetap melakukan upaya pengecekan tendangan air guha meyakinkan semua berjalana dengan baik.
"Pak Bupati sudah turun meninjau langsung kapasitas dan kualitas air yang mengucur dari pipa di Panting. Beliau ingin kualitas air tetap terjaga. Kami diminta membersihkan kotoran yang masih mengendap pada pipa pipa lama. Tujuannya jelas supaya kualitas air terjaga bersih dan baik," kata Syafrun.

Sementara Dirut PDAM Tirta Pengabuan Ustayadi Barlian mengakui jika sumber air baku di Parit Panting mulai menyusut dan tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Hal ini mengingat terbatasnya kapasitas sumber air baku di Parit Panting, serta tingginya biaya pengoalah dan produksi. Dengan ancaman kemarau seperti saat ini memang dibutuhkan sumber air baku yang lebih mumpuni berkapastas besar.
"Dengan kondisi seperti saat ini kami tetap melayani pelanggan dengan menyalurkan air ke beberapa pelanggan yang membutuhkan air menggunakan mobil tanki," pungkas Ustayadi. (Henky)










loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi