Rembuk Stunting di Tanjabtim, Wabup Robby Minta Perangkat Daerah Harus Koordinasi Jalankan Program



Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:59:42 WIB



JAMBERITA.COM- Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar Rembuk penanganan dan pencegahan stunting yang langsung dipimpin oleh Wakil Bupati Robby Nahliyansyah pada Senin (12/8/2019). Ini merupakan tindaklanjut dari hasil rakornas beberapa waktu lalu.

Dalam kegaitan ini, rembuk juga melibatkan peserta dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PPKB, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Kominfo, Perwakilan Bapedda Propinsi Jambi, Perwakilan Dinas Kesehatan Propinsi Jambi, Camat se Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 10 Kepala Desa lokus stunting dan 6 Kepala Puskesmas desa lokus. Juga hadir dalam rembug tersebut perwakilan petrocina, Tim Inovasi Desa, Himpaudi, dan Pamsimas.

Acara ini juga diisi dengan komitmen bersama melalui tanda tangan untuk melakukan dalam penanganan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tanjabtim Robby Nahdiyansyah memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rembug Stunting  di Kabupaten Tanjabtim ini.  Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan  mekanisme dalam rangka konvergensi penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menjadi kabupaten prioritas  dalam penanganan stunting di Provinsi Jambi bersama Kabupaten Kerinci.

Ia mengatakan stunting atau akrab disebut kerdil pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis. Sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam i(andungan hingga usia dua tahun). Dengan demikian periode 1000 hari pertama kelahiran mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat  pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Saat ini kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten dengan prevelensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya.

“Situasi ini jika tidak diatasi dapat mempengaruhi kinerja pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan dalam pembangunan sumber daya manusia,” kata Robby.

Makanya melalui rembuk stunting kali ini Ia  menegaskan bahwa penanganan stunting sangat diperlukan koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, masyarakat umum, lembaga swadaya masyarakat dan lainnya.

“Anak anak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masa depannya harus sehat, cerdas, kreatif, dan produktif. Jika anak anak terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan dan kesehatan yang berkualitas maka mereka akan menjadi penunjang kesuksesan pembangunan di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung yang kita cintai ini,” jelas Robby.

Pada tahun 2019, sasaran desa stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur ditetapkan pada 10 desa lokus stunting, yaitu : Desa Mendahara Tengah, Desa Pematang Rahim, Desa Bukit Tempurung, Desa Sinarwajo, Desa Sungai Beras, Desa Pandan Lagan, Desa Koto Kandis, Desa Kuala Simbur, Desa Rasau I, Serta Desa Pematang Mayan.

“Dengan ditetapkannya 10 desa lokus stunting ini saya berharap peran serta perangkat daerah dan pemangku kepentingan, dunia usaha serta lainnya bersama sama menjalankan program kegiatan yang mensasar langsung kepada upaya penanganan penurunan angka stunting dari berbagai sektor bidang pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, rembuk stunting ini diharapkan khususnya kepada perangkat daerah, kepada semua camat agar memperhatikan pelaksanaan upaya penanganan stunting ini di wilayahnya, saling berkoordinasi dengan tim koordinasi percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Seperti diketahui, Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk salah satu kabupaten yang sejumlah desanya ditetapkan sebagai locus stunting pada Tahun 2018. Penetapan itu hasil Riskesdes tahun 2013 yang ditindaklanjuti dengan pendataan pada Agustus 2018. Hasil pemeriksaan bayi dan balita oleh bidan desa bersama petugas puskesmas setempat, dari EPPGBM pada 14.777 balita, ditemukan 1.843 balita stunting.(*/sm)

 




Tagar:

# TANJABTIMUR








loading...








TP PKK Tanjabbar Gelar Rakor Tahun 2019

TP PKK Tanjabbar Gelar Rakor Tahun 2019

Jumat, 06/12/2019 16:34:40