Presma UIN Jambi Beberkan Bukti Dugaan Pelecehan Bermaterai 6 Ribu yang Ditandatangani Korban



Kamis, 11 April 2019 - 11:22:49 WIB



JAMBERITA.COM - Aksi Demo Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Provinsi Jambi diwarnai pro dan kontra antara 2 Kelompok mahasiswa, di depan Gerbang Utama, Kamis  (11/5/2019).

Untuk diketahui, demo ini terkait dengan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Kepala Biro Keuangan Rektorat UIN Jambi Jo terhadap salah satu tenaga honorer inisial Ms.

Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Jambi Ari Kurniadi menyayangkan atas protes dari kelompok mahasiswa yang berbeda pendapat atas dugaan tersebut dan meminta ratusan mahasiswa untuk menerobos gerbang kampus.

"Miris ya, mahasiswa ini sepertinya sudah hilang rasa idealismenya, rasa simpatinya terhadap penindasan penindasan terjadi yang seharusnya menjadi garda terdepan, tetapi hari ini berbalik arah, apa mereka karena ada keperluan atau sudah tercuci otaknya," terangnya.

Sebagai pimpinan mahasiswa di Universitas tersebut, Ari mengaku tentunya punya kewajiban untuk memperjuangkan hak hak mahasiswa, apalagi soal kasus dugaan ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

"Saya jujur disini saya tidak apa apa cuma sekedar capek, saya sebagai pimpinan saya harus memiliki kewajiban serta tanggungjawab yang akan perjuangkan," terangnya.

Mereka berorasi semata mata untuk memperjuangkan bagaimana nama kampus ini menjadi bersih dan jauh dari kasus kasus dugaan pelecehan seksual serta isu lainnya yang harus ditepis. Akan tetapi sekelompok mahasiswa menuntut bukti.

"Saya punya bukti kok, saya katakan kepada media ya, saya memiliki bukti yang kuat, ini materai Rp 6ribu dan ditandatangani oleh korban, lalu bukti kronologi yang ditandatangani mulai dari wakil rektor hingga rektor,"  tambahnya.

Lebih lanjut, Ari mengatakan, bahwa mereka juga telah mengetahui bahwa laporan ini sudah sampai ke kementerian agama untuk ditindaklanjuti. Dejauh ini dirinya mengatakan untuk mendesak agar oknum tersebut agar dibersihkan dari kampus yang sudah menciderai nama universitas.

"Saya harap mahasiswa tidak perlu lagi berbicara soal bukti sampai saya menyakinkan mereka sedemikian rupa, kalau mereka memiliki hati nurani, tetapi hari ini miris ya sebenarnya," jelasnya.

Tuntutan mereka hanya meminta oknum Kepala Biro tersebut agar sadar diri dan punya malu, tetapi sampai dengan hari ini oknum itu masih menjabat di kampus, sedangan bukti yang mereka miliki melalui korban sudah jelas bahkan kasus ini terus bergulir.

"Sebagian mahasiswa ada yang diancam termasuk saya, saya tidak takut, kami tekankan lagi, bahwasanya sebelum beliau (Pelaku-Oknum Kepala Biro) mundur, seharusnya pak biro sadar diri, anda sudah mencoreng nama kampus kami," tegasnya.(sm)











loading...








Pemuda Tewas diduga Tikam Teman Sendiri

Pemuda Tewas diduga Tikam Teman Sendiri

Senin, 22/04/2019 12:57:33